Dua KDMP Nabire Rampung, Lima Lainnya Capai Progres 92 Persen
NABIRE – Pembangunan lima fasilitas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kini memasuki tahap akhir dengan progres fisik mencapai 92 persen. Penyelesaian lima bangunan tersebut ditargetkan tuntas pada akhir Agustus atau paling lambat pertengahan September 2026.
Sementara itu, dua dari total tujuh fasilitas KDMP yang dibangun di Nabire telah rampung sepenuhnya. Kedua bangunan tersebut berada di Kampung Bumi Raya dan kawasan Kali Semen.
Komandan Kodim (Dandim) 1705/Nabire Dwi Palwanto Tirta Mentari mengatakan pembangunan tujuh fasilitas KDMP di wilayah tersebut terus dikebut sesuai target. Pernyataan itu disampaikannya di Nabire, Jumat (14/08/2026), sebagaimana dilansir Tribunpapuatengah, Jumat (14/08/2026).
“Untuk wilayah Kabupaten Nabire, terdapat tujuh titik KDMP yang dibangun. Dari total tersebut, dua lokasi di antaranya sudah selesai 100 persen, yakni di Kampung Bumi Raya dan wilayah Kali Semen,” kata Dwi.
Lima fasilitas lainnya tersebar di sejumlah wilayah. Rinciannya, dua unit berada di Lagari, sedangkan masing-masing satu unit terdapat di Kaladiri, Wanggar Makmur, dan Wiraska.
Kelima bangunan tersebut masih menjalani tahap penyelesaian akhir. Dengan capaian 92 persen, pengerjaan fisik diarahkan agar seluruh fasilitas dapat segera memenuhi target pembangunan yang telah ditetapkan.
Setelah dua bangunan mencapai progres 100 persen, tim teknis dari Agrina dijadwalkan melakukan peninjauan langsung. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi bangunan dan fasilitas pendukung telah memenuhi persyaratan teknis sebelum digunakan.
Peninjauan juga menjadi tahapan penting sebelum fasilitas mulai diisi dengan berbagai barang pasokan. Dengan pemeriksaan tersebut, kesiapan gedung diharapkan dapat dipastikan sebelum memasuki tahap operasional.
Dwi optimistis seluruh pekerjaan yang tersisa dapat segera diselesaikan. “Ditargetkan, selesai 100 persen pada akhir bulan ini atau paling lambat pertengahan bulan depan,” ujarnya.
Pembangunan KDMP tersebut diarahkan tidak hanya untuk menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat kampung dan distrik. Keberadaan koperasi diharapkan dapat menjadi salah satu wadah bagi masyarakat dalam mengembangkan perdagangan komoditas lokal.
Sejumlah hasil pertanian seperti ubi dan pisang menjadi contoh komoditas yang diharapkan dapat dipasarkan melalui jaringan koperasi tersebut. Pemanfaatan hasil bumi lokal dinilai dapat membuka ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi di wilayah masing-masing.
Dwi berharap fasilitas yang nantinya beroperasi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan membantu memperkuat perputaran ekonomi lokal.
“Supaya, perputaran roda ekonomi dapat berjalan maksimal serta dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. []
Redaksi01
