PLN Jadwalkan Pemeliharaan, Listrik Binuang Padam 4 Jam

TAPIN – Masyarakat di sejumlah wilayah Binuang perlu menyiapkan aktivitas lebih awal karena pasokan listrik berpotensi mengalami pemadaman bergilir pada Senin (24/08/2026). Pemadaman tersebut berkaitan dengan pekerjaan pemeliharaan jaringan yang dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 09.00 hingga 13.00 WITA.

Pemeliharaan dilakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng) serta Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Binuang. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga keandalan dan mutu pelayanan kelistrikan kepada pelanggan.

Sebagaimana diberitakan BanjarmasinPost, Senin (24/08/2026), wilayah yang masuk dalam jadwal pemeliharaan meliputi sejumlah kawasan di Binuang. Desa Padang Bago, Desa Padang Sari, dan Desa Kembang Habang Lama termasuk wilayah yang berpotensi terdampak.

Pemadaman yang terjadi selama pekerjaan berlangsung merupakan bagian dari kegiatan pemeliharaan jaringan. PLN mengimbau masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan memperhatikan kondisi tersebut demi keamanan dan keselamatan selama proses pemeliharaan.

Di luar jadwal yang telah diinformasikan, gangguan listrik yang menyebabkan padamnya aliran listrik dapat terjadi karena faktor lain. Pelanggan yang mengalami kondisi tersebut dapat menghubungi layanan Contact Center PLN 123 agar gangguan dapat segera ditindaklanjuti.

Informasi mengenai kegiatan pemeliharaan dan layanan kelistrikan juga dapat diperoleh melalui akun Instagram @plnup3barabai serta halaman Facebook PLN Wilayah Kalimantan.

Pemeliharaan jaringan tersebut berlangsung ketika sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) sebelumnya menghadapi persoalan pasokan. Kondisi itu turut mendapat perhatian Ombudsman Republik Indonesia (Ombudsman RI) Perwakilan Kalsel.

Ombudsman RI Perwakilan Kalsel sebelumnya meninjau langsung kondisi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut pada Senin (03/08/2026). Peninjauan dilakukan setelah lembaga tersebut menerima laporan masyarakat mengenai pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalsel dan Kalteng.

Dalam peninjauan tersebut, Ombudsman meminta PLN mempercepat perbaikan pembangkit yang dinilai menjadi salah satu faktor pemicu pemadaman bergilir. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalsel Hadi Rahman menyampaikan permintaan tersebut pada Rabu (05/08/2026).

“Kami berharap agar jadwal penyelesaian perbaikan gangguan pada Unit Pembangkit 3 dan pemeliharaan pada Unit Pembangkit 2 bisa ditepati, bahkan diupayakan lebih cepat,” tegas Hadi.

Menurut Hadi, laporan yang diterima Ombudsman menunjukkan pemadaman telah memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat. Dampaknya dirasakan rumah tangga, pelayanan publik, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ombudsman juga mendorong PLN meningkatkan keterbukaan informasi mengenai perkembangan perbaikan dan jadwal pemadaman. Permintaan tersebut disampaikan karena masyarakat membutuhkan kepastian untuk menyesuaikan aktivitas mereka dengan kondisi kelistrikan.

“Kami menerima banyak aduan dari masyarakat yang merasa dirugikan dengan durasi dan frekuensi pemadaman bergilir belakangan ini,” ujarnya.

Dari sisi pembangkitan, Senior Manager PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Asam-Asam Fajar Pamujianto menjelaskan, pemadaman berkaitan dengan defisit pasokan listrik. Kondisi tersebut terjadi akibat gangguan teknis pada salah satu unit pembangkit yang berlangsung bersamaan dengan pemeliharaan rutin unit lainnya.

Tim teknis PLN, kata Fajar, bekerja selama 24 jam untuk mempercepat pemulihan pembangkit. Upaya tersebut dilakukan agar pembangkit dapat kembali tersinkronisasi dan memasok listrik ke sistem.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh pelanggan di Kalsel. Kami sangat memahami keluhan masyarakat,” katanya.

Dengan adanya pemeliharaan jaringan pada Senin, masyarakat Binuang dan sekitarnya diharapkan dapat mengantisipasi kemungkinan terhentinya pasokan listrik selama periode pekerjaan. PLN juga diharapkan memastikan informasi mengenai pemeliharaan dan perkembangan pemulihan disampaikan secara jelas sehingga pelanggan dapat menyesuaikan kegiatan hingga sistem kelistrikan kembali stabil. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *