Harga Cabai Rawit Tembus Rp69.950, Telur Ayam Rp29.250 per Kg
Pedagang cabai melayani pembeli di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (17/3/2025). Memasuki pekan ketiga bulan Ramadhan harga cabai mengalami kenaikan di Bogor yaitu cabai rawit merah naik dari Rp80 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram dan cabai keriting dan rawit hijau naik dari Rp20 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram, kenaikan harga tersebut disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya cuaca ekstrem, gagal panen, dan kelangkaan pasokan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.
JAKARTA – Harga sejumlah bahan pangan strategis di tingkat pedagang eceran nasional masih berada pada level tinggi pada awal pekan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI), harga cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang menonjol dengan banderol Rp69.950 per kilogram (kg), sementara harga telur ayam ras mencapai Rp29.250 per kg.
Data PIHPS tersebut menunjukkan tekanan harga tidak hanya terjadi pada komoditas hortikultura, tetapi juga merambah sejumlah kebutuhan pokok rumah tangga. Kondisi itu terlihat dari variasi harga beras, daging, gula, serta minyak goreng yang tercatat dalam pemantauan harga pangan nasional pada Senin (24/08/2026) pagi.
Sebagaimana dilansir Antara, Senin, (24/08/2026), data PIHPS pada pukul 08.23 WIB mencatat harga bawang putih berada di level Rp40.150 per kg. Sementara itu, bawang merah dijual rata-rata Rp28.850 per kg di tingkat pedagang eceran secara nasional.
Komoditas cabai juga menunjukkan perbedaan harga yang cukup mencolok berdasarkan jenisnya. Selain cabai rawit merah yang mencapai Rp69.950 per kg, harga cabai rawit hijau tercatat Rp57.050 per kg. Adapun cabai merah keriting berada di level Rp51.300 per kg, sedangkan cabai merah besar Rp49.250 per kg.
Pergerakan harga komoditas tersebut menjadi perhatian karena cabai merupakan salah satu bahan pangan yang harganya relatif mudah berubah mengikuti pasokan dan permintaan di pasar. Kenaikan harga di tingkat eceran dapat berdampak langsung terhadap pengeluaran masyarakat, terutama rumah tangga yang menggunakan cabai sebagai kebutuhan konsumsi harian.
Di kelompok beras, PIHPS mencatat harga beras kualitas bawah I sebesar Rp14.800 per kg dan kualitas bawah II Rp14.650 per kg. Untuk beras kualitas medium I, harga tercatat Rp16.500 per kg, sedangkan medium II berada di level Rp16.300 per kg.
Sementara itu, beras kualitas super I menjadi jenis beras dengan harga tertinggi dalam kelompok tersebut, yakni Rp17.750 per kg. Beras kualitas super II tercatat Rp17.250 per kg.
Selain beras dan aneka komoditas hortikultura, harga protein hewani juga berada pada level yang cukup tinggi. Daging ayam ras segar tercatat Rp42.000 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I mencapai Rp151.450 per kg dan daging sapi kualitas II berada di harga Rp142.500 per kg.
Harga daging sapi tersebut menunjukkan adanya selisih cukup besar dibandingkan komoditas protein hewani lainnya. Kondisi harga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan masyarakat dalam menentukan pilihan konsumsi serta mengatur pengeluaran rumah tangga.
Pada kelompok bahan pemanis, harga gula pasir premium tercatat Rp20.350 per kg. Sementara gula pasir lokal berada pada harga Rp19.000 per kg.
Minyak goreng juga masuk dalam daftar komoditas yang dipantau PIHPS. Harga minyak goreng curah tercatat Rp20.450 per liter. Adapun minyak goreng kemasan bermerek I berada di level Rp24.300 per liter dan minyak goreng kemasan bermerek II Rp23.500 per liter.
Data tersebut menggambarkan kondisi harga pangan nasional pada saat pemantauan dilakukan. Perbedaan harga antarjenis komoditas menunjukkan bahwa masyarakat menghadapi variasi beban pengeluaran untuk sejumlah kebutuhan pokok, mulai dari sumber karbohidrat, protein, bahan masakan, hingga minyak goreng.
Pemantauan harga melalui PIHPS menjadi salah satu rujukan untuk melihat perkembangan harga pangan strategis di pasar. Perubahan harga dapat dipengaruhi oleh kondisi pasokan, permintaan, distribusi, serta faktor lain yang memengaruhi perdagangan komoditas pangan dari tingkat produsen hingga konsumen.
Dengan komposisi harga tersebut, perkembangan harga cabai, beras, telur, daging, gula, dan minyak goreng masih perlu dicermati karena komoditas-komoditas tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan konsumsi masyarakat sehari-hari. []
Redaksi01
