Rupiah Dibuka Rp17.690 per Dolar AS, Menguat Tipis 0,02%
JAKARTA – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Senin (24/08/2026) dengan penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS), di tengah pergerakan mata uang kawasan Asia yang cenderung beragam. Rupiah di pasar spot dibuka pada level Rp17.690 per dolar AS atau menguat Rp4 dibandingkan posisi penutupan perdagangan Jumat (21/08/2026) di Rp17.694 per dolar AS.
Penguatan tersebut setara 0,02 persen. Meski demikian, pergerakan rupiah pada awal pekan masih relatif terbatas sehingga belum menunjukkan perubahan signifikan terhadap posisi mata uang nasional di pasar valuta asing.
Sebagaimana dilansir Kontan, Senin (24/08/2026), kondisi pasar valuta asing Asia hingga pukul 09.00 WIB menunjukkan pergerakan yang tidak seragam. Sejumlah mata uang kawasan mampu menguat terhadap dolar AS, sedangkan sebagian lainnya justru mengalami tekanan.
Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan paling besar di kawasan Asia pada awal perdagangan. Mata uang tersebut naik 0,36 persen terhadap dolar AS.
Penguatan berikutnya dicatat dolar Taiwan yang naik 0,19 persen. Baht Thailand juga menguat 0,13 persen, disusul yen Jepang yang meningkat 0,07 persen.
Sementara itu, dolar Hong Kong bergerak menguat 0,04 persen terhadap dolar AS. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang Asia tidak berlangsung secara merata pada awal perdagangan pekan ini.
Di sisi lain, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia setelah terkoreksi 0,06 persen. Peso Filipina menyusul dengan pelemahan 0,05 persen.
Yuan China juga mengalami depresiasi sebesar 0,04 persen terhadap dolar AS. Sementara itu, dolar Singapura turut bergerak melemah tipis pada perdagangan pagi.
Dengan posisi pembukaan di Rp17.690 per dolar AS, rupiah menjadi salah satu mata uang kawasan yang mampu mempertahankan penguatan pada awal perdagangan. Namun, pergerakannya yang hanya 0,02 persen menunjukkan pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dalam menentukan posisi.
Perkembangan mata uang Asia sepanjang perdagangan selanjutnya berpotensi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah rupiah. Pelaku pasar akan mencermati perubahan sentimen di pasar valuta asing serta dinamika dolar AS untuk melihat apakah penguatan rupiah dapat berlanjut hingga akhir perdagangan. []
Redaksi01
