IHSG Naik 0,15 Persen ke 6.535, Saham Barang Baku Jadi Penopang
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (24/08/2026) dengan penguatan 0,15 persen ke level 6.535,192. Kinerja positif tersebut terutama ditopang lonjakan sektor barang baku yang menjadi sektor dengan penguatan terbesar pada awal perdagangan.
Pada pukul 09.08 WIB, IHSG tercatat naik 9,502 poin dari posisi perdagangan sebelumnya. Penguatan indeks berlangsung di tengah pergerakan sektor saham yang mayoritas berada di zona hijau.
Sebagaimana dilansir Kontan, Senin (24/08/2026), IDX Sektor Barang Baku mencatat kenaikan paling tinggi, yakni 1,16 persen. Kinerja sektor tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menopang penguatan IHSG pada awal sesi perdagangan.
Selain sektor barang baku, sejumlah sektor lain juga mencatat penguatan. IDX Sektor Infrastruktur, IDX Sektor Barang Konsumen Primer, IDX Sektor Perindustrian, dan IDX Sektor Teknologi turut bergerak positif.
Penguatan juga terjadi pada IDX Sektor Energi, IDX Sektor Transportasi dan Logistik, IDX Sektor Properti dan Real Estat, serta IDX Sektor Kesehatan.
Namun, tidak seluruh sektor mampu mempertahankan pergerakan positif. IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer menjadi sektor dengan penurunan paling dalam setelah terkoreksi 0,24 persen. Pelemahan berikutnya terjadi pada IDX Sektor Keuangan.
Di jajaran saham yang tergabung dalam indeks LQ45, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mencatat kenaikan paling tinggi pada awal perdagangan. Saham WIFI menguat 5,26 persen.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyusul dengan penguatan 2,52 persen, sedangkan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 2,46 persen.
Pergerakan positif ketiga saham tersebut memberikan kontribusi terhadap dinamika perdagangan saham berkapitalisasi besar dan likuiditas tinggi di pasar modal pada awal pekan.
Sebaliknya, tekanan terbesar di jajaran saham LQ45 terjadi pada PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), yang turun 2,78 persen. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) juga melemah 1,06 persen, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terkoreksi 0,93 persen.
Komposisi pergerakan sektoral tersebut menunjukkan bahwa penguatan IHSG pada awal perdagangan belum berlangsung secara merata. Kenaikan sektor barang baku dan sejumlah sektor lainnya mampu mengimbangi pelemahan sektor barang konsumen non-primer dan keuangan.
Investor selanjutnya akan mencermati keberlanjutan penguatan IHSG sepanjang sesi perdagangan. Perubahan arah sektor-sektor utama dan pergerakan saham unggulan LQ45 akan menjadi faktor yang turut menentukan kemampuan indeks mempertahankan posisi di atas level 6.500. []
Redaksi01
