IHSG Dibuka Melemah, 3 Saham LQ45 Justru Melonjak hingga 5,2%

JAKARTA – Pergerakan saham-saham unggulan di indeks LQ45 pada awal perdagangan Senin (07/09/2026) berlangsung beragam ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru masuk zona merah. Sejumlah saham mencatat penguatan cukup signifikan, tetapi tekanan dari saham-saham lain membuat IHSG turun 0,15% pada pembukaan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG berada di level 6.626,21 pada pukul 09.04 Waktu Indonesia Barat (WIB). Posisi tersebut melemah 0,15% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Tekanan terhadap indeks utama pasar saham domestik datang dari sejumlah indeks sektoral. Beberapa sektor yang bergerak turun antara lain IDX Perindustrian dan Logistik, IDX Barang Baku, IDX Barang Konsumer Non-Primer, IDX Transportasi, serta IDX Keuangan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelemahan IHSG pada awal sesi tidak terjadi secara merata di seluruh saham. Di tengah mayoritas saham yang terkoreksi, sejumlah emiten dalam kelompok LQ45 justru mampu mencatat kenaikan dan menjadi perhatian investor.

Pada jajaran saham dengan penurunan terbesar (top losers) LQ45, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memimpin dengan koreksi 3,1% menjadi Rp2.210 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang turun 1,9% ke level Rp505 per saham.

Sementara itu, PT Indika Energy Tbk (INDY) berada di posisi berikutnya dengan penurunan 1,4% menjadi Rp2.750 per saham. Ketiga saham tersebut menjadi kelompok dengan tekanan terbesar di jajaran LQ45 pada awal perdagangan.

Di sisi lain, sejumlah saham justru bergerak agresif menguat. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menjadi saham dengan kenaikan tertinggi di LQ45 setelah menguat 5,2% ke Rp815 per saham.

Penguatan berikutnya dicatat PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Saham perusahaan tersebut naik 3,5% ke level Rp2.980 per saham. Sementara itu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menguat 3,3% menjadi Rp11.625 per saham.

Perbedaan arah pergerakan tersebut menjadi gambaran bahwa investor tidak sepenuhnya melepas saham unggulan meskipun IHSG berada dalam tekanan. Arus transaksi tetap terlihat pada sejumlah saham yang mampu mencatat kenaikan pada awal perdagangan.

Dari sisi aktivitas pasar, volume perdagangan saham di BEI hingga awal sesi mencapai 7,55 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp2,4 triliun.

Sebanyak 277 saham tercatat melemah, sedangkan 227 saham bergerak menguat. Adapun 212 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga dari posisi sebelumnya.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa jumlah saham yang terkoreksi masih lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Namun, penguatan pada beberapa saham berkapitalisasi besar dan saham yang masuk dalam indeks LQ45 tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi arah pergerakan indeks secara keseluruhan.

Data perdagangan tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Senin (07/09/2026).

Investor selanjutnya akan mencermati perkembangan transaksi sepanjang sesi perdagangan untuk melihat apakah tekanan terhadap IHSG berlanjut atau justru mereda. Perubahan arah saham sektoral dan pergerakan saham-saham unggulan akan menjadi faktor penting dalam menentukan dinamika indeks pada perdagangan hari ini. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *