BI Dorong Generasi Muda Bawa UMKM Lokal Naik Kelas
JAKARTA – Generasi muda dinilai memegang peran penting dalam menjaga keberlanjutan sekaligus meningkatkan skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis budaya. Bank Indonesia (BI) mendorong generasi Z dan milenial tidak berhenti sebagai konsumen produk kreatif, tetapi mengambil peran sebagai pencipta karya dan wirausaha yang mampu membawa produk lokal ke pasar lebih luas.
Deputi Gubernur BI Thomas AM Djiwandono mengatakan proses regenerasi UMKM membutuhkan lebih dari sekadar pewarisan keterampilan dari generasi sebelumnya. Pelaku usaha muda perlu membawa pembaruan melalui kreativitas, teknologi, digitalisasi, penguatan merek, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar.
“Regenerasi tidak cukup sekadar melanjutkan. Generasi muda harus mampu memperbarui dan membawa usaha naik kelas dengan kreativitas, teknologi, digitalisasi, penguatan brand, serta kemampuan membaca pasar,” kata Thomas dalam sambutannya pada Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, Sabtu (22/08/2026), sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (22/8/2026).
Peluang regenerasi tersebut dinilai semakin besar karena generasi Z dan milenial mencakup hampir separuh populasi Indonesia. Kedua kelompok tersebut tumbuh di tengah perkembangan teknologi, media sosial, dan ekonomi digital sehingga memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan model bisnis baru.
Thomas mengatakan karakter generasi muda yang dekat dengan teknologi juga dapat menjadi kekuatan untuk mengembangkan produk berbasis budaya, seperti wastra dan kriya. Produk-produk tersebut dinilai memiliki keunggulan berupa keaslian yang dapat diterjemahkan menjadi nilai ekonomi melalui inovasi.
“Wastra, kriya, dan berbagai produk berbasis budaya Indonesia memiliki kekuatan pada autentisitasnya. Di tengah generasi muda, kekuatan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang semakin relevan, memiliki nilai tambah lebih tinggi, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Menurut Thomas, tantangan utama regenerasi UMKM berbasis budaya bukan hanya mempertahankan pengetahuan dan keterampilan yang telah diwariskan selama bertahun-tahun. Tantangan berikutnya adalah mengolah warisan tersebut menjadi produk yang sesuai dengan perkembangan selera konsumen dan memiliki daya saing lebih kuat.
Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk mengambil posisi lebih besar dalam rantai ekonomi kreatif nasional. Penguasaan teknologi dan pemanfaatan kanal digital dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran sekaligus membangun identitas merek yang lebih kuat.
“Karena itu, kita perlu mendorong generasi muda bukan hanya menjadi konsumen produk kreatif Indonesia, tetapi juga menjadi pencipta karya, inovator, dan wirausaha baru,” kata Thomas.
Dorongan terhadap regenerasi tersebut tidak terlepas dari besarnya peran UMKM terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data yang disampaikan Thomas, UMKM berkontribusi sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja.
Besarnya kontribusi tersebut membuat keberlanjutan UMKM menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Regenerasi pelaku usaha juga dibutuhkan agar sektor tersebut tidak kehilangan daya saing ketika menghadapi perubahan teknologi, perilaku konsumen, dan perkembangan pasar.
BI kemudian menempatkan perluasan akses pasar dan pembiayaan, digitalisasi, serta penguatan sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya mendorong UMKM berkembang. Langkah tersebut diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi mampu meningkatkan skala bisnis.
Salah satu wadah yang digunakan BI untuk mendukung tujuan tersebut adalah KKI. Kegiatan itu mempertemukan UMKM dengan akses pasar, pembiayaan, teknologi, dan berbagai mitra strategis yang dapat mendukung pengembangan usaha.
Thomas mengatakan dukungan tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi UMKM yang dikelola generasi muda. Dengan akses yang semakin luas, pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat daya saing, serta memperluas pemasaran hingga tingkat global.
Penguatan peran generasi muda pada akhirnya diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan usaha berbasis budaya, tetapi juga menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi ekonomi kreatif Indonesia. Dengan menggabungkan warisan keterampilan dan inovasi digital, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan produk bernilai tambah dan menjangkau konsumen di pasar yang lebih luas. []
Redaksi01
