BUMN PGAS Cetak Laba Melonjak Meski Pendapatan Turun

JAKARTA – Kinerja keuangan PT Perusahaan Gas Negara Tbk menunjukkan kontras pada kuartal I 2026. Di tengah penurunan pendapatan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi ini justru berhasil mencatat lonjakan laba bersih signifikan berkat efisiensi beban dan perbaikan struktur biaya.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan berkode saham PGAS itu membukukan pendapatan sebesar US$ 929,56 juta pada tiga bulan pertama 2026, turun 3,82 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 966,56 juta.

Meski demikian, penurunan pendapatan tidak menggerus profitabilitas. Laba periode berjalan justru meningkat 35,09 persen menjadi US$ 121,84 juta, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 45,84 persen menjadi US$ 90,44 juta, sebagaimana dilansir Kontan, Jumat (24/04/2026).

Dari sisi operasional, kontribusi terbesar terhadap pendapatan masih berasal dari segmen niaga gas bumi. Pendapatan dari pihak ketiga tercatat US$ 536,36 juta atau naik 12,11 persen secara tahunan, sedangkan pendapatan dari pihak berelasi turun 20,99 persen menjadi US$ 150,39 juta.

Di sisi lain, perusahaan tidak mencatatkan pendapatan dari perdagangan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) pada awal tahun ini. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, segmen ini menyumbang US$ 57,94 juta melalui aktivitas trading.

Peningkatan laba PGAS didorong oleh penurunan beban pokok pendapatan sebesar 6,58 persen menjadi US$ 771,59 juta. Kondisi ini mengerek laba bruto sebesar 12,33 persen menjadi US$ 157,96 juta. Laba operasi juga naik 11,11 persen menjadi US$ 117,64 juta.

Selain itu, efisiensi juga terlihat dari penurunan beban keuangan sebesar 25,71 persen menjadi US$ 13,69 juta serta penyusutan rugi selisih kurs hingga 91,92 persen menjadi US$ 1,62 juta. Kinerja ini turut diperkuat oleh peningkatan kontribusi laba dari ventura bersama sebesar 14,33 persen menjadi US$ 22,49 juta.

Sementara itu, pendapatan keuangan tercatat mengalami penurunan sebesar 37,63 persen menjadi US$ 11,45 juta.

Secara fundamental, kondisi keuangan perusahaan tetap solid dengan total aset mencapai US$ 6,20 miliar, liabilitas sebesar US$ 2,47 miliar, serta ekuitas neto US$ 3,72 miliar. Adapun kas dan setara kas pada akhir periode tercatat sebesar US$ 1,35 miliar.

Kinerja ini mencerminkan strategi efisiensi yang dilakukan PGAS mampu menjaga pertumbuhan laba di tengah tekanan pendapatan, sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai bagian dari BUMN energi nasional dalam menghadapi dinamika pasar energi global. []

Penulis: Ridwan Nanda Mulyana | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *