DAMRI Perintis KTT Layani Rute Tanjung Selor dan Malinau, Tarif Mulai Rp20 Ribu

TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung (KTT), Kalimantan Utara (Kaltara), mendorong masyarakat memanfaatkan layanan Perusahaan Umum (Perum) DAMRI Perintis sebagai alternatif transportasi antardaerah. Moda transportasi tersebut melayani rute menuju Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, dan Kabupaten Malinau dengan tarif yang dinilai lebih terjangkau dibandingkan sejumlah pilihan transportasi lainnya.

Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan KTT Arief Prasetiawan mengatakan keberadaan layanan DAMRI Perintis memberikan kemudahan mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung konektivitas antardaerah di Kaltara.

“Pastinya kami sangat berterima kasih ya dengan adanya trayek DAMRI ini masyarakat bisa keluar daerah dengan tarif yang lebih murah dan barang yang dibawa pun bisa cukup banyak,” ujar Arief, sebagaimana diberitakan Tribun Kaltara, Jumat (07/08/2026).

Untuk rute Tideng Pale, KTT menuju Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, bus DAMRI beroperasi setiap hari dengan jadwal keberangkatan pukul 10.00 WITA. Waktu tempuh perjalanan diperkirakan sekitar empat jam menggunakan armada berkapasitas 45 penumpang.

Tarif perjalanan rute KTT–Tanjung Selor disesuaikan dengan titik keberangkatan dan tujuan penumpang, yakni:

  • Tideng Pale–Tanjung Selor: Rp85.000.
  • Kecamatan Sesayap–Tanjung Selor: Rp85.000.
  • Tideng Pale–Panca Agung/Pimping: Rp80.000.
  • Sekatak Buji–Tanjung Selor: Rp80.000.
  • Panca Agung–Tanjung Selor: Rp60.000.
  • Tideng Pale–Sekatak Buji: Rp50.000.

Sementara itu, layanan DAMRI rute KTT–Malinau tersedia dua kali setiap hari, yakni pukul 07.00 WITA dan 15.00 WITA. Armada yang digunakan memiliki kapasitas 19 penumpang dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu setengah jam.

Tarif perjalanan menuju Malinau ditetapkan sebesar Rp40.000 per penumpang. Selain melayani tujuan utama ke Malinau, bus juga melintasi sejumlah desa dengan rincian tarif sebagai berikut:

  • Desa Seputuk: Rp20.000.
  • Desa Belayan Ari: Rp20.000.
  • Desa Kapuak: Rp20.000.
  • Sesua: Rp30.000.

Menurut Arief, keberadaan trayek DAMRI Perintis tidak hanya memberikan pilihan transportasi yang lebih ekonomis, tetapi juga mempermudah masyarakat membawa barang dalam jumlah lebih banyak saat bepergian ke luar daerah.

Pemkab KTT berharap layanan angkutan perintis tersebut terus dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau, sekaligus mendukung peningkatan konektivitas antarwilayah di Kaltara. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *