Wall Street Reli, Saham AMD Melonjak 10 Persen
NEW YORK– Reli saham teknologi menjadi penggerak utama penguatan bursa Amerika Serikat (AS) pada Senin (21/09/2026), dengan sejumlah saham semikonduktor mencatat lonjakan signifikan. Kenaikan tersebut turut mengantarkan kapitalisasi pasar Advanced Micro Devices (AMD) untuk pertama kalinya menembus US$1 triliun.
Indeks Nasdaq Composite melonjak 2,26 persen menjadi 27.122,09, sekaligus mencatat level penutupan tertinggi sejak 2 Juni. Indeks S&P 500 naik 1,49 persen ke 7.764,70, sedangkan Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 0,71 persen menjadi 52.048,83.
Penguatan terutama datang dari saham perusahaan teknologi dan semikonduktor yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Saham Intel melesat 12,2 persen, Arm Holdings naik 17 persen, sedangkan indeks saham semikonduktor Philadelphia Stock Exchange Semiconductor Index (SOX) menguat 4,3 persen.
Saham AMD juga mencatat kenaikan sekitar 10 persen. Lonjakan tersebut membawa nilai kapitalisasi pasar perusahaan untuk pertama kalinya melewati US$1 triliun.
Kinerja saham teknologi menunjukkan kembali menguatnya perhatian investor terhadap prospek belanja untuk teknologi AI. Sentimen tersebut muncul setelah pada pekan sebelumnya saham teknologi sempat mendapat tekanan akibat kekhawatiran mengenai keamanan serta risiko pengembangan dan penggunaan AI.
Selain perkembangan di sektor teknologi, kondisi pasar turut dipengaruhi penurunan imbal hasil surat utang pemerintah AS dan harga minyak. Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun turun di bawah 5 persen.
Harga minyak mentah Brent juga sempat turun di bawah US$100 per barel dan mencapai level terendah sejak 9 September sebelum ditutup pada US$100,34 per barel. Pergerakan tersebut berlangsung di tengah spekulasi mengenai perkembangan positif dalam pembicaraan terkait konflik di Timur Tengah pada agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan ini.
Presiden AS Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam agenda tersebut. Perkembangan harga minyak menjadi perhatian pasar karena penurunan harga energi dapat mengurangi tekanan inflasi dan menjadi salah satu faktor yang dicermati investor dalam melihat arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.
“Pasar selama ini mengikuti pergerakan harga minyak dan imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun. Keduanya kini berubah dari tekanan menjadi pendorong bagi pasar, setidaknya dalam jangka pendek,” kata Chief Market Strategist B. Riley Wealth Art Hogan, sebagaimana diwartakan Reuters, Selasa, (22/09/2026).
Di antara saham teknologi lainnya, Meta Platforms melonjak 11,4 persen setelah Wells Fargo menaikkan target harga saham perusahaan tersebut. Penguatan itu terjadi setelah Meta meluncurkan Muse, asisten berbasis AI yang menjadi salah satu fokus pengembangan teknologi perusahaan.
Penguatan juga terlihat pada sebagian besar sektor dalam indeks S&P 500. Dari 11 sektor utama, delapan sektor mencatat kenaikan. Sektor komunikasi menjadi penguat terbesar dengan pertumbuhan 4,16 persen, diikuti sektor teknologi informasi yang naik 2,4 persen.
Aktivitas perdagangan turut menunjukkan tingginya transaksi di pasar saham AS. Volume perdagangan mencapai sekitar 16,5 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 20 sesi perdagangan sebelumnya yang berada di kisaran 16,2 miliar saham. []
Redaksi01
