Direksi Baru Dilantik, Dua BUMD Sragen Masuk Tahap Pembenahan
SRAGEN – Dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sragen memasuki tahap pembenahan manajemen setelah pemerintah daerah menunjuk direktur definitif Perumda Bengkel Terpadu dan direktur baru Perumda Percetakan dan Penerbitan Sragen. Penguatan tata kelola hingga modernisasi layanan menjadi agenda yang ditekankan untuk meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Arahan tersebut disampaikan Bupati Sragen Sigit Pamungkas seusai melantik kedua pimpinan BUMD di Aula Lantai IV Kantor Terpadu Pemda Sragen, Senin (21/09/2026). Sebelumnya, kedua perusahaan daerah tersebut dipimpin pelaksana tugas (Plt.) yang berasal dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS).
Pelantikan itu menjadi tahap akhir proses seleksi yang dilakukan tim seleksi di bawah koordinasi Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen. Penetapan direktur definitif diharapkan mempercepat transformasi pengelolaan kedua perusahaan daerah agar mampu menghadapi perubahan kondisi usaha.
Sigit menegaskan pembenahan tata kelola perusahaan menjadi pekerjaan utama jajaran direksi yang baru. Menurutnya, BUMD memiliki posisi strategis karena tidak hanya dituntut menopang aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap PAD.
“Pesan saya ringkas saja: perbaiki Good Corporate Governance di kedua BUMD ini dengan melandaskan satker yang sudah ada. Kelola sebaik-baiknya untuk mendapatkan hasil yang terbaik pula,” ujar Sigit dalam sambutannya, sebagaimana diberitakan Esposin, Senin (21/09/2026).
Menurut Sigit, persaingan bisnis yang dihadapi BUMD saat ini berbeda dibandingkan ketika perusahaan daerah tersebut pertama kali didirikan. Perubahan dinamika pasar membuat jajaran direksi harus mampu mencari peluang usaha baru sekaligus menjaga agar ekspansi BUMD tidak mematikan usaha masyarakat yang bergerak di sektor sejenis.
“BUMD Sragen harus tetap survive dan berkontribusi luas. Silakan berinovasi, petakan program prioritas, dan perkuat sinergi, baik dengan instansi pemerintah maupun sesama BUMD di Kabupaten Sragen,” tambahnya.
Untuk kontribusi PAD, Sigit memilih pendekatan realistis dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen tidak menetapkan target yang dinilai terlalu tinggi, tetapi tetap mengharapkan adanya peningkatan kinerja secara berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Perumda Percetakan dan Penerbitan Sragen Warsono menempatkan konsolidasi internal sebagai langkah awal setelah menerima amanah memimpin perusahaan. Evaluasi akan dilakukan terhadap kondisi operasional, mesin, sumber daya manusia (SDM), hingga sistem pemasaran.
“Langkah awal, kami akan mempelajari secara langsung kondisi riil di lapangan, melihat existing mesin, sumber daya manusia (SDM), hingga sistem pemasaran. Dari situ kami petakan formula perbaikan dan kesimpulan langkah strategis ke depan,” ujar Warsono.
Warsono menilai pembaruan teknologi menjadi salah satu kebutuhan utama agar perusahaan mampu menghadapi persaingan dengan industri percetakan swasta. Salah satu rencana yang disiapkan adalah mengembangkan layanan cetak luar ruang atau digital outdoor printing, termasuk produksi MMT dan banner, yang dinilai memiliki pasar luas di lingkungan birokrasi maupun masyarakat.
Selain mengembangkan layanan, Perumda Percetakan dan Penerbitan Sragen juga akan mendorong peningkatan pemanfaatan jasa perusahaan oleh perangkat daerah. Warsono berharap Pemkab Sragen dapat memberikan dukungan agar dinas dan instansi di wilayah tersebut menjadi pengguna utama layanan perusahaan daerah.
“Kami berencana meminta rekomendasi dan dukungan dari Pemkab Sragen agar seluruh dinas dan instansi di Kabupaten Sragen dapat menjadi pengguna utama layanan percetakan dan penerbitan daerah. Dengan demikian, perputaran omzet dan kontribusi PAD dapat ditingkatkan secara optimal,” kata dia. []
Redaksi01
