Dwi Aryanti Bagikan Ilmu Curry Puff di Pelatihan DWP BPBD Paser
Pelatihan kuliner yang melibatkan pelaku UMKM lokal di Paser mendorong peningkatan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha rumahan bagi masyarakat.
PASER – Pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pelatihan keterampilan dinilai efektif mendorong kemandirian ekonomi, seperti terlihat dalam pelatihan pembuatan curry puff (karipap) yang menghadirkan pelaku UMKM lokal sebagai narasumber di Kabupaten Paser.
Kegiatan pelatihan yang melibatkan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser ini menghadirkan pelaku UMKM rumahan “Ardo”, Dwi Aryanti, yang berbagi pengalaman sekaligus praktik langsung pembuatan curry puff kepada peserta.
Dwi Aryanti mengungkapkan bahwa dirinya kerap dilibatkan sebagai narasumber dalam berbagai pelatihan kuliner di Paser, dengan tujuan mendorong masyarakat memanfaatkan keterampilan sebagai peluang usaha.
“Alhamdulillah, saya sering diundang untuk berbagi pengalaman. Harapannya ilmu ini bisa diterapkan dan menjadi peluang usaha rumahan bagi peserta,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (24/04/2026).
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan proses pembuatan curry puff, mulai dari pengolahan adonan, teknik pelapisan (layering) kulit pastry, hingga pengolahan isian kari.
Menurut Dwi, teknik layering menjadi faktor penentu kualitas produk, terutama dalam menghasilkan tekstur renyah dan berlapis.
“Kalau teknik gulungan dan lapisan adonannya tepat, nanti akan terbentuk tekstur berlapis yang renyah saat digoreng,” jelasnya.
Peserta juga dibekali teknik pencetakan adonan agar tidak bocor saat digoreng serta pengaturan suhu minyak yang stabil guna menghasilkan warna kuning keemasan yang merata.
Ketua Bidang (Kabid) Ekonomi DWP BPBD Paser menilai keterlibatan pelaku UMKM memberikan manfaat nyata karena peserta dapat belajar langsung dari praktik usaha yang sudah berjalan.
“Kehadiran narasumber dari UMKM sangat membantu peserta memahami praktik langsung di lapangan,” ujarnya.
Selain keterampilan teknis, pelatihan juga diisi dengan diskusi mengenai peluang usaha rumahan, termasuk perhitungan biaya produksi dan strategi pemasaran sederhana di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, DWP BPBD Paser berharap sinergi dengan pelaku UMKM lokal dapat terus diperkuat guna meningkatkan keterampilan anggota sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis rumah tangga.
Dwi Aryanti sendiri dikenal aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui UMKM “Ardo”, dengan konsisten berbagi pengalaman untuk mendorong tumbuhnya usaha kecil di Paser. []
Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum
