Geger! Ibu dan Anak Ditemukan Meninggal di Cilandak, Penyebab Diabetes serta Stroke

ilustrasi

ilustrasi

CILANDAK – Viral kisah ibu dan anak di Cilandak yang ditemukan dalam keadaan tewas membusuk di rumahnya. Ibu dan anak itu bernama RR Martini (82) dan Patricia Endang (61). Keduanya tewas membusuk di rumah karena sama-sama menderita sakit parah. Diketahui jika keduanya ditemukan tewas di dalam rumahnya di Jalan Pinang, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan (Jaksel).

Jasad mereka ditemukan setelah dalam kondisi busuk pada, Jumat (29/03/2024) siang. “Iya sudah membusuk, sudah rusak tubuhnya,” kata Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Cilandak Komisaris Polisi (Kompol) Wahid Key kepada wartawan, Sabtu (30/03/2024) beberapa waktu lalu. Awalnya penemuan jasad ibu dan anak itu bermula saat asisten rumah tangga (ART) mereka mendatangi rumah korban untuk bekerja.

ART tersebut mengetuk pintu rumah korban, namun tidak ada jawaban. ART juga mencium bau tidak sedap dari dalam rumah korban. Namun saat mencoba masuk ke rumah, ART tersebut tak dapat membuka pintu karena terkunci dari dalam. Saat itulah ia langsung melaporkan kejanggalan tersebut kepada RT setempat dan Polsek Cilandak. “Polsek datang, disaksikan sama-sama, kita buka pintunya. Nah dua orang itu sudah meninggal,” ujar Wahid.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh kedua korban. “Tidak ditemukan adanya tanda kekerasan, namun tetap dilakukan visum ke Rumah Sakit (RS) Fatmawati,” kata Kapolsek. Menurut Wahid, awalnya korban Patricia sang anak meninggal duluan pada Selasa (26/3/2024) lalu.

Penyebab kematian diduga karena riwayat penyakit diabetes akut yang sudah diderita selama sekitar lima tahun. “Iya anaknya meninggal duluan karena dari kondisi jasadnya sudah lebih parah ya. Dan dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara, Red), dugaannya si anak ini meninggal sudah empat hari,” ungkap Kapolsek. “Anaknya ini punya riwayat diabetes akut. Bahkan dia untuk jalan saja susah,” imbuhnya kembali.

Kemudian dua hari setelah Patricia meninggal dunia, giliran Martini yang mengembuskan napas terakhirnya. Wahid menuturkan, Martini yang menderita sakit stroke sudah sejak lama mengandalkan Patricia untuk mengurusnya. “Jadi setelah anaknya meninggal, ibunya jadi nggak (tidak, Red) keurus sekitar tiga sampai empat hari, meninggal lah ibunya ini. Ibunya nggak bisa bangun karena stroke,” tutur Wahid. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *