Hanya 10 Unit! Hunian Lavender di Palembang Kembali Dipasarkan
PALEMBANG – Pengembang Vision Point Group kembali membuka penjualan terbatas hunian tipe Lavender di kawasan Perumahan The Nest Sanctuary sebanyak 10 unit pada awal Mei 2026, di tengah tingginya permintaan pasar terhadap rumah siap huni dengan nilai investasi yang dinilai prospektif.
Langkah ini diambil setelah tipe Lavender sebelumnya disebut selalu habis terjual setiap kali diluncurkan. Pembukaan blok baru tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan konsumen akan hunian yang dapat segera ditempati dengan standar pembangunan tinggi.
Chief Executive Officer (CEO) Vision Point Group Iwang menegaskan bahwa kualitas pembangunan tetap menjadi prioritas utama meskipun harga ditawarkan pada kisaran Rp500 jutaan.
“Meskipun dipasarkan di kisaran harga 500 jutaan, kami tetap menjaga standar pembangunan setara real estate, baik dari sisi bangunan maupun lingkungan,” ujarnya, sebagaimana dilansir Sripoku, Rabu (06/05/2026).
Perumahan The Nest Sanctuary dilengkapi sejumlah infrastruktur modern, seperti jaringan kabel bawah tanah, saluran air tertutup, serta jalan lingkungan dengan konstruksi beton penuh dan lebar ekstra. Selain itu, kawasan ini juga menyediakan pasokan air bersih selama 24 jam bagi seluruh penghuni.
Konsep hunian privat turut diperkuat dengan penerapan sistem keamanan single gate system, yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi calon pembeli.
Dari sisi lokasi, kawasan ini berada di jalur strategis dengan akses sekitar tujuh menit menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II serta Stasiun LRT Asrama Haji, melalui Jalan Noerdin Pandji yang merupakan jalur utama menuju pusat kota Palembang.
Pengembang juga menilai kawasan tersebut sebagai sunrise property, yakni area yang memiliki potensi pertumbuhan nilai investasi tinggi, baik dari sisi rental yield maupun capital growth.
Salah satu konsumen, Anissa, mengaku puas dengan proses pembangunan yang dinilai lebih cepat dibandingkan proyek perumahan pada umumnya.
“Biasanya setelah beli rumah, kita harus menunggu 18–24 bulan untuk serah terima. Tapi di sini berbeda, rumah sudah dibangun terlebih dahulu, dan serah terima bisa dilakukan tidak sampai 1 tahun, dengan kualitas tetap terbaik. Ini sangat membantu kami yang butuh segera pindah,” ungkapnya.
Pada 2026, pengembang juga menargetkan penambahan fasilitas pendukung, seperti clubhouse, peningkatan akses jalan, serta pembangunan fitness park yang dilengkapi outdoor gym dan direncanakan mulai beroperasi pada Juni 2026.
Pengembangan kawasan akan dilanjutkan dengan pembangunan children playground dan reflexology park guna meningkatkan kenyamanan penghuni.
Untuk menarik minat pasar, pengembang menawarkan skema pembelian dengan uang tanda jadi (booking fee) sebesar Rp10 juta yang dapat dilanjutkan ke proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau pembayaran tunai. Harga yang ditawarkan disebut sudah mencakup berbagai fasilitas tambahan seperti pendingin ruangan (AC) dan water heater.
Dengan kombinasi lokasi strategis, fasilitas lengkap, serta potensi investasi, proyek ini kembali menyasar konsumen yang mencari hunian sekaligus aset jangka panjang di Palembang. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
