Sektor Perumahan Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja di Lampung
BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyoroti sektor perumahan sebagai penggerak utama penciptaan lapangan kerja sekaligus solusi ketimpangan hunian, seiring masih tingginya kebutuhan rumah di daerah tersebut.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan pembangunan perumahan memiliki efek berantai terhadap ekonomi karena mampu menyerap tenaga kerja dari berbagai sektor, mulai dari konstruksi hingga industri pendukung. Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Real Estate Indonesia (REI) di Bandarlampung, Selasa (05/05/2026).
Menurutnya, setiap pembangunan satu unit rumah dapat membuka peluang kerja bagi tiga hingga empat orang, sehingga sektor ini dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
βREI menjadi salah satu alat negara dalam mengimplementasikan pembangunan, terutama untuk mendorong ekonomi domestik dan pemerataan,β ujarnya, sebagaimana dilansir Rri, Selasa (05/05/2026).
Lebih lanjut, ia menilai peran sektor perumahan juga selaras dengan agenda nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam program pembangunan tiga juta rumah untuk masyarakat.
Di sisi lain, tantangan penyediaan hunian masih cukup besar. Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI), Joko Suranto, mengungkapkan bahwa angka kekurangan rumah atau backlog di Lampung masih mencapai sekitar 270 ribu unit.
Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut sinergi antara pemerintah, pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya agar kebutuhan hunian masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap.
Dengan besarnya potensi penyerapan tenaga kerja dan kebutuhan hunian yang masih tinggi, sektor perumahan diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus solusi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat di Lampung. []
Penulis: Agung Ghazaldi | Penyunting: Redaksi01
