Hari Jadi Sukoharjo Dongkrak Okupansi Hotel di Solo Baru
SUKOHARJO – Pelaksanaan rangkaian Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo mulai memberikan efek positif terhadap sektor perhotelan di kawasan Solo Baru. Tingkat hunian kamar hotel dilaporkan meningkat seiring berlangsungnya berbagai agenda yang dipusatkan di wilayah tersebut, meski pelaku usaha menilai dampaknya masih belum maksimal karena konsep penyelenggaraan ini baru diterapkan untuk pertama kalinya.
Peningkatan okupansi terjadi karena sejumlah peserta, panitia, hingga tamu dari luar daerah memilih menginap di hotel-hotel sekitar lokasi kegiatan. Berbagai agenda yang digelar meliputi Sukoharjo Expo, Sukoharjo Fashion and Food Festival (SF3), Sukoharjo Night Carnival, dan Sukoharjo Spektakuler Run.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sukoharjo, Oma Nuryanto, menilai penyelenggaraan berbagai kegiatan di Solo Baru mulai menggerakkan aktivitas ekonomi, khususnya sektor perhotelan dan restoran.
“Kalau ditanya apakah berdampak bagi hotel dan restoran? Pasti berdampak namun belum optimal karena baru perdana digelar di Solo Baru,” katanya, sebagaimana dilansir Esposin, Minggu (19/07/2026).
Menurut Oma, peserta maupun pihak yang terlibat dalam setiap kegiatan turut menyumbang peningkatan tingkat hunian hotel karena memilih bermalam di kawasan sekitar lokasi acara. Salah satu penyumbang okupansi berasal dari peserta Sukoharjo Spektakuler Run yang datang dari luar Kabupaten Sukoharjo maupun wilayah Soloraya.
“Mereka menginap di hotel-hotel di Solo Baru meski hanya satu hari. Intinya, kami mengapresiasi langkah pemerintah yang berupaya menggerakkan roda perekonomian di Solo Baru agar lebih kencang,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan rangkaian Hari Jadi ke-80 Sukoharjo yang dipusatkan di Solo Baru. Evaluasi tersebut melibatkan organisasi perangkat daerah, pelaku usaha, serta PHRI Sukoharjo sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan pada tahun berikutnya.
Menurut Eko, Solo Baru memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat bisnis dan ekonomi di kawasan Soloraya. Keberadaan pusat perbelanjaan, hotel, restoran, hingga rumah sakit menjadi alasan pemerintah memilih kawasan tersebut sebagai lokasi penyelenggaraan sebagian besar agenda peringatan hari jadi.
“Tahun ini, sebagian kegiatan peringatan Hari Jadi Sukoharjo dilaksanakan di Solo Baru. Kami ingin memperkuat branding identitas lokal, yakni Solo Baru bagian dari Sukoharjo,” ujarnya.
Pemkab Sukoharjo berharap pemusatan kegiatan di Solo Baru tidak hanya meningkatkan kunjungan masyarakat selama perayaan berlangsung, tetapi juga memberi efek berganda terhadap sektor pariwisata, jasa, perhotelan, kuliner, dan usaha mikro di wilayah tersebut sehingga aktivitas ekonomi lokal terus tumbuh pada penyelenggaraan berikutnya. []
Redaksi01
