IHSG Dibuka Menguat Tajam, INDY dan ISAT Jadi Top Gainers

JAKARTA – Pergerakan awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (18/08/2026) kembali menunjukkan penguatan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1,11 persen ke level 6.473,12 pada pukul 09.03 WIB, dengan sebagian besar indeks sektoral bergerak di zona hijau.

Penguatan IHSG tersebut ditopang oleh kenaikan mayoritas saham di pasar domestik. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan pada awal sesi, sebanyak 285 saham tercatat menguat, sedangkan 186 saham melemah dan 225 saham lainnya bergerak stagnan.

Aktivitas transaksi juga mulai ramai. Hingga pukul 09.03 WIB, volume perdagangan saham di BEI tercatat mencapai 1,32 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp632,07 miliar.

Sejumlah sektor menjadi penopang utama penguatan indeks. Sektor energi, perindustrian, barang baku, infrastruktur, barang konsumer nonprimer, transportasi, barang konsumer primer, dan keuangan tercatat bergerak menguat pada awal perdagangan.

Kinerja saham-saham berkapitalisasi besar dalam indeks LQ45 turut memberikan dorongan terhadap pasar. PT Indika Energy Tbk (INDY) menjadi saham dengan kenaikan terbesar di kelompok tersebut, yakni 3,91 persen ke level Rp2.660 per saham.

Posisi berikutnya ditempati PT Indosat Tbk (ISAT) yang naik 3,15 persen menjadi Rp2.620 per saham. Sementara PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat 3,04 persen ke Rp1.355 per saham.

Kenaikan sejumlah saham tersebut menunjukkan kuatnya minat beli investor pada awal sesi perdagangan. Penguatan juga terjadi di sejumlah sektor yang memiliki bobot cukup besar terhadap pergerakan IHSG.

Di sisi lain, tidak seluruh saham LQ45 mengikuti tren penguatan. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni 2,50 persen ke Rp700 per saham.

PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) juga tercatat melemah 0,76 persen menjadi Rp650 per saham. Sementara PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun 0,67 persen ke level Rp7.375 per saham.

Data BEI yang dikutip Kontan, Selasa (18/08/2026), menunjukkan penguatan IHSG pada awal perdagangan terjadi ketika jumlah saham yang naik lebih banyak dibandingkan saham yang mengalami koreksi. Kondisi tersebut membuat indeks mampu melanjutkan tren positif dari perdagangan sebelumnya.

Pergerakan pasar selanjutnya masih akan ditentukan oleh kekuatan transaksi dan arah saham-saham unggulan sepanjang sesi perdagangan. Investor juga akan mencermati keberlanjutan penguatan sektor-sektor utama untuk melihat apakah kenaikan IHSG dapat bertahan hingga penutupan perdagangan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *