IHSG Tertekan 0,47 Persen, Sentimen MSCI Bebani Pasar
IHSG KEMBALI ANJLOK: Pengunjung melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (2/2/2026). IHSG anjlok 406,88 poin atau 4,88 persen ke level 7.922,73. Total volume transaksi tercatat 47,53 miliar saham dengan nilai Rp 28,91 triliun dan frekuensi 2,888 juta kali. Kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp 14.239 triliun. . MI/Usman Iskandar
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali berada di bawah tekanan pada awal perdagangan Kamis (13/08/2026), setelah menguat signifikan pada sesi sebelumnya. Sentimen dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan pasar saham domestik.
Berdasarkan data BEI yang dikutip melalui RTI Business, IHSG turun 0,47 persen atau berada di level 6.344,04 pada pukul 09.03 WIB. Pelemahan tersebut menunjukkan investor merespons negatif sejumlah sentimen pasar yang berkembang pada awal perdagangan.
Tekanan terjadi secara merata karena seluruh sektor saham tercatat mengalami pelemahan. Kondisi tersebut membuat pergerakan IHSG semakin terbebani, terutama ketika jumlah saham yang turun lebih banyak dibandingkan saham yang menguat.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 259 saham mengalami penurunan, sedangkan 189 saham menguat dan 213 saham lainnya bergerak stagnan. Hingga awal perdagangan, volume transaksi saham tercatat mencapai 1,93 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp907,7 miliar.
Sejumlah sektor menjadi pemberat utama indeks, antara lain sektor infrastruktur, barang baku, barang konsumer primer, barang konsumer nonprimer, energi, transportasi, kesehatan, dan teknologi. Pelemahan lintas sektor tersebut memperlihatkan tekanan jual yang cukup luas di pasar.
Di jajaran indeks LQ45, beberapa saham mencatat penurunan cukup dalam. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) menjadi saham dengan pelemahan terbesar, yakni 3,52 persen ke posisi Rp685 per saham.
Berikutnya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 3,45 persen menjadi Rp840 per saham. Sementara itu, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) terkoreksi 2,22 persen ke level Rp3.080 per saham.
Di tengah dominasi tekanan jual, sejumlah saham LQ45 masih mampu bergerak positif. PT Indika Energy Tbk (INDY) menjadi saham dengan penguatan terbesar, yakni 2,82 persen ke posisi Rp2.550 per saham.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menyusul dengan kenaikan 1,66 persen menjadi Rp1.535 per saham. Adapun PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat 0,72 persen ke level Rp1.405 per saham.
Pergerakan pasar tersebut terjadi sehari setelah IHSG mengalami penguatan signifikan. Karena itu, pelemahan pada awal perdagangan Kamis juga mencerminkan perubahan sentimen investor yang kembali mencermati perkembangan pasar global dan domestik, termasuk pengumuman MSCI yang menjadi perhatian pelaku pasar.
Informasi mengenai pergerakan IHSG tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Kamis, (13/08/2026). Perkembangan selanjutnya akan menentukan apakah tekanan jual mampu bertahan hingga akhir sesi atau justru berbalik seiring perubahan sentimen investor. []
Redaksi01
