Kongbeng Andalkan Produk UP2K di Kutim Expo 2026

0
6233123704560882127

Kecamatan Kongbeng menonjolkan produk olahan UP2K, kerajinan tangan, dan hasil pertanian lokal dalam Kutim Expo 2026 sebagai upaya memperkenalkan potensi ekonomi masyarakat.

ADVERTORIAL – Produk olahan rumah tangga dan hasil pertanian masyarakat Kecamatan Kongbeng menjadi salah satu potensi ekonomi lokal yang ditonjolkan dalam Kutim Expo 2026. Melalui pameran tersebut, kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapat kesempatan memperkenalkan hasil produksi mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim itu berlangsung di kawasan Helipad Bukit Pelangi. Pameran tersebut melibatkan berbagai kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dunia usaha, serta pelaku UMKM yang menampilkan potensi unggulan masing-masing.

Berbeda dengan sekadar menampilkan potensi wilayah, Kecamatan Kongbeng memusatkan perhatian pada hasil produksi masyarakat, khususnya produk olahan kelompok UP2K dan komoditas pertanian yang menjadi bagian dari kegiatan ekonomi warga.

Camat Kongbeng, Petrus Ivung, menjelaskan bahwa keikutsertaan wilayahnya dalam pameran tersebut diarahkan untuk memperlihatkan hasil kegiatan produktif masyarakat yang selama ini dikembangkan melalui kelompok usaha keluarga.

“Kalau saya melihat yang di stan kita, di stan Kecamatan Kongbeng itu arahnya produksi. Hasil olahan dari UP2K Kecamatan Kongbeng,” kata Petrus seusai mengikuti upacara HUT Kutim ke-27 di halaman Kantor Bupati Kutim, Senin (12/10/2026).

Selain makanan olahan dan kerajinan tangan, stan Kecamatan Kongbeng turut menghadirkan komoditas pangan berupa beras hasil persawahan lokal dan padi gunung. Keberadaan kedua komoditas tersebut memperlihatkan keragaman hasil pertanian masyarakat yang turut diperkenalkan dalam pameran.

“Nah, jadi kalau mau lihat lainnya ya ada di situ, ada juga beras disiapkan di situ. Hasil yang sawah. Ada juga sih padi-padi gunungnya gitu hanya mungkin padi gunung enggak tahu banyak disiapkan,” ujar Petrus.

Menurut Petrus, produk yang dipamerkan merupakan hasil kerja masyarakat Kongbeng, baik melalui kegiatan UMKM maupun kelompok UP2K. Produk tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi warga yang memanfaatkan potensi pertanian dan keterampilan pengolahan hasil produksi lokal.

“Tapi yang jelas itulah hasil dari masyarakat kita. Dalam hal ini UMKM itu kan ada semua di situ UMKM UP2K. UP2K,” pungkas Petrus.

Partisipasi Kecamatan Kongbeng dalam Kutim Expo 2026 sekaligus menjadi sarana memperluas pengenalan produk masyarakat di luar wilayah asalnya. Kehadiran hasil pertanian dan olahan rumah tangga dalam pameran tersebut diharapkan dapat membuka peluang pemasaran baru serta mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha lokal. []

Penulis: Suryono | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *