Pemkab Kutim Perkuat UMKM, Pacu Ekonomi Daerah

0
BUPATI KUTIM

Pemkab Kutim kembali menjalankan program bantuan permodalan UMKM pada 2026 untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan.

ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) kembali menjalankan program bantuan permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2026. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor nonpertambangan yang dinilai memiliki potensi untuk terus berkembang.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menilai penguatan UMKM menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi ketergantungan perekonomian daerah terhadap sektor pertambangan dan penggalian yang hingga kini masih mendominasi pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Hal tersebut disampaikannya seusai menghadiri Rapat Paripurna Ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Kamis (08/10/2026).

Menurut Ardiansyah, perkembangan ekonomi daerah mulai menunjukkan arah yang positif. PDRB per kapita disebut mengalami peningkatan, sementara sejumlah sektor di luar pertambangan, termasuk industri kreatif dan pariwisata, menunjukkan perkembangan.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu alasan Pemkab Kutim terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program permodalan UMKM.

Program itu diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan kegiatan ekonomi produktif sekaligus memperbesar peran sektor usaha masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Ardiansyah mengakui bahwa penguatan ekonomi di luar sektor pertambangan masih membutuhkan perhatian. Pasalnya, struktur perekonomian Kutim hingga kini masih sangat dipengaruhi aktivitas pertambangan dan penggalian.

Meski menghadapi tantangan tersebut, ia menyebut pembangunan daerah telah menunjukkan perkembangan, terutama pada sektor infrastruktur dan kualitas SDM.

“Di ulang tahun yang ke-27 ini memang kita melihat ada peningkatan, terutama di infrastruktur, kemudian sumber daya manusia,” ujar Ardiansyah.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan indikator pertumbuhan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat secara lebih luas.

“Kita ingin pemerataan ekonomi ini bisa masuk ke sendi-sendi pondasi masyarakat. Apabila sudah masuk, kita harap pemerataan kesejahteraan bisa terwujud,” tuturnya.

Melalui penguatan UMKM, industri kreatif, dan pariwisata, Pemkab Kutim berharap perekonomian daerah semakin beragam serta mampu menciptakan peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat.

Momentum HUT ke-27 Kutim pun diharapkan menjadi penggerak transformasi ekonomi menuju pertumbuhan yang lebih inklusif, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan. []

Penulis: Suryono | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *