PHRI: Investasi Hotel Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kota Malang

MALANG – Industri perhotelan dinilai masih menjadi sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Malang. Selain menopang kebutuhan akomodasi wisatawan dan mahasiswa, investasi hotel juga disebut mampu mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan kerja, hingga menggerakkan usaha masyarakat lokal.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, mengatakan perkembangan investasi hotel di Kota Malang masih memiliki peluang besar karena ditopang status daerah tersebut sebagai kota pendidikan sekaligus destinasi wisata. Menurutnya, kebutuhan sarana akomodasi terus meningkat seiring tingginya mobilitas wisatawan, keluarga mahasiswa, dan pelaku usaha yang datang ke Kota Malang.

“Sebetulnya kalau penting tidaknya itu kan dari pemetaan ya, pemetaan perekonomian di Kota Malang dan masih memungkinkan. Dan Kota Malang ini kan memang dikenal dengan kota pariwisata, kota pendidikan, dan di samping itu memang cuacanya bagus,” ujar Agoes Basoeki.

“Sehingga sarana akomodasi itu memang dinilai oleh calon-calon investor ini yang menjanjikan, dan tentunya ini mendukung, kan pemerintah itu memerlukan semacam PAD, bagaimana membangun perekonomian di kota lah. Ini masih memungkinkan, namun demikian investasi ini harus diperhatikan hal-hal yang normatif,” imbuhnya, sebagaimana dilansir Ketik, Rabu (07/05/2026).

Agoes menuturkan, dampak investasi hotel tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha perhotelan, tetapi juga sektor lain yang berkaitan langsung dengan operasional hotel. Mulai dari pemasok bahan makanan, pedagang sayur, jasa transportasi, hingga pekerja lokal turut memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas industri tersebut.

“Dengan adanya investasi, kemudian ada usaha, itu pasti kalau hotel pasti ada hubungannya dengan kerja pasti. Lapangan pekerjaan. Terus kemudian vendor-vendor yang dijadikan mitranya itu juga berdaya. Vendor-vendor sayur mayur, vendor apa, vendor makanan, termasuk transportasi dan lain-lainnya,” ungkapnya.

Menurut Agoes, penambahan hotel tetap harus disesuaikan dengan kajian kebutuhan dan pemetaan pasar agar investasi yang masuk tidak justru menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha. Ia menilai keseimbangan antara jumlah hotel dan permintaan pasar menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan industri perhotelan di Kota Malang.

“Ya kalau dari nilai-nilainya, ya menguntungkan kota tapi kan harus dipelajari juga. Harus dikaji juga dari apakah itu mungkin bisa dilakukan karena ada pemetaan. Kalau dipush di luar itu tapi udah dipetakan, ya bisa rugi,” tutur Ketua PHRI Kota Malang tersebut.

Selain mendukung sektor pariwisata, keberadaan hotel juga dinilai membantu memenuhi kebutuhan akomodasi keluarga mahasiswa, terutama saat musim wisuda maupun kegiatan akademik lainnya. Industri perhotelan di Kota Malang juga menjadi sarana praktik bagi siswa dan mahasiswa bidang pariwisata yang terus berkembang di daerah tersebut. []

Penulis: Nurul Aliyah | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *