Polokarto Tumoto Expo 2026 Perkuat UMKM 17 Desa di Sukoharjo
SUKOHARJO – Kolaborasi antardesa dalam memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi fokus utama penyelenggaraan Polokarto Tumoto Expo 2026 yang digelar di Balai Pertemuan Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, selama tiga hari, Selasa-Kamis (21-23/07/2026). Kegiatan yang diikuti 17 desa tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan, tetapi juga memperkuat jejaring ekonomi desa melalui peran Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Polokarto Tumoto.
Expo dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, didampingi Camat Polokarto Heri Wahyu Cahyono beserta jajaran pemerintah dan tokoh masyarakat. Masing-masing desa menghadirkan produk unggulan mulai dari kuliner, hasil pertanian, hingga kerajinan tangan sebagai upaya memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.
Ketua BUMDesma Polokarto Tumoto, Rini Wahyuni, mengatakan penyelenggaraan expo merupakan bentuk sinergi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat perekonomian desa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
“BUMDesma yang merupakan transformasi dari program PNPM Mandiri Perdekaan ini mengelola modal awal Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp2,8 miliar, dan per 31 Desember 2025 telah berkembang pesat menjadi Rp18,2 miliar,” ungkap Rini, sebagaimana dilansir Jatengpos, Rabu (22/07/2026).
Ia menjelaskan, perkembangan modal tersebut telah dimanfaatkan oleh 242 kelompok UMKM dengan total 4.025 penerima manfaat yang tersebar di 17 desa di Kecamatan Polokarto. Surplus usaha sepanjang 2025 yang melampaui Rp1,345 miliar tidak hanya dialokasikan untuk penguatan permodalan, tetapi juga disalurkan bagi bantuan kepada Rumah Tangga Miskin (RTM), pelatihan pemberdayaan UMKM, serta Alokasi Hasil Usaha atau Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp78.180.000 untuk seluruh desa peserta.
Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Sukoharjo mengapresiasi penyelenggaraan expo bertema “Kolaborasi Membangun Desa, Menggerakkan UMKM Menuju Polokarto Tumoto dan Sukoharjo Spektakuler”. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kecamatan, pengurus BUMDesma, pemerintah desa, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), serta pelaku UMKM menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembangunan ekonomi berbasis desa.
“Pembangunan desa tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, dibutuhkan kolaborasi nyata. Kami berharap pameran ini tidak sekadar seremonial, tetapi mendatangkan transaksi maksimal dan membuat produk-produk lokal semakin dikenal luas,” tutur Eko Sapto.
Ia juga mengajak seluruh pelaku UMKM memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan media sosial untuk memperluas promosi produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Hari ini kita berada di era media sosial, optimalkan peran tersebut. Sosialisasi harus terus digenjot agar timbul rasa memiliki dari masyarakat dan menarik perhatian publik yang lebih luas,” imbaunya.
Selain menghadirkan pameran produk unggulan desa, Polokarto Tumoto Expo 2026 juga diisi seminar diversifikasi bisnis BUMDes berbasis ekosistem ekonomi desa, pelatihan kewirausahaan, hiburan rakyat, doorprize, serta berbagai perlombaan, seperti lomba poster, fashion show, dan penghargaan stan terbaik. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. []
Redaksi01
