Rupiah Melemah ke Rp17.797 per Dolar AS pada 11 Agustus 2026

JAKARTA – Rupiah kembali berada di bawah tekanan pada pembukaan perdagangan Selasa (11/08/2026), ketika sebagian besar mata uang Asia bergerak beragam terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah di pasar spot tercatat Rp17.797 per dolar AS atau melemah 0,24 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya sebesar Rp17.755 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi ketika sentimen pasar valuta asing kawasan Asia belum menunjukkan arah yang seragam. Hingga pukul 09.00 WIB, sejumlah mata uang regional tercatat tertekan, sementara beberapa mata uang lainnya justru mampu menguat terhadap dolar AS.

Berdasarkan data perdagangan yang dikutip sebagaimana dilansir Kontan, Selasa, (11/08/2026), peso Filipina menjadi mata uang Asia dengan pelemahan paling dalam pada awal perdagangan. Peso merosot 0,42 persen terhadap dolar AS, lebih besar dibandingkan tekanan yang dialami rupiah.

Ringgit Malaysia berada di posisi berikutnya dengan pelemahan 0,05 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong turun tipis 0,004 persen. Yuan China juga bergerak melemah, meski penurunannya relatif kecil, yakni 0,006 persen terhadap dolar AS.

Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan terhadap mata uang kawasan berlangsung dengan intensitas berbeda-beda. Rupiah sendiri menjadi salah satu mata uang yang melemah pada awal perdagangan, setelah pada hari sebelumnya ditutup di level Rp17.755 per dolar AS.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia mampu mencatat penguatan. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kenaikan terbesar pada perdagangan pagi tersebut, yakni 0,15 persen terhadap dolar AS.

Penguatan berikutnya terjadi pada yen Jepang dan dolar Taiwan yang masing-masing naik 0,07 persen. Baht Thailand turut menguat 0,06 persen, sedangkan dolar Singapura terapresiasi 0,02 persen.

Perbedaan arah pergerakan mata uang tersebut membuat kondisi pasar valuta asing Asia pada awal perdagangan cenderung bervariasi. Tekanan terhadap sejumlah mata uang regional berlangsung bersamaan dengan penguatan mata uang lainnya, sehingga posisi masing-masing mata uang terhadap dolar AS bergerak tidak seragam.

Bagi rupiah, pembukaan di level Rp17.797 per dolar AS menjadi perhatian karena menunjukkan pelemahan dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pergerakan selanjutnya akan menentukan apakah tekanan tersebut berlanjut atau rupiah mampu berbalik menguat sepanjang sesi perdagangan.

Kondisi pasar regional juga menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati karena pergerakan mata uang Asia berlangsung dalam arah yang berbeda. Investor akan melihat perkembangan pasar sepanjang perdagangan untuk menentukan kecenderungan rupiah terhadap dolar AS hingga akhir sesi. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *