Rupiah Menguat ke Rp17.689 per Dolar AS Pagi Ini
JAKARTA – Rupiah mengawali perdagangan Rabu (26/08/2026) dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah tren positif mayoritas mata uang Asia. Rupiah spot tercatat berada di level Rp17.689 per dolar AS pada pukul 09.12 WIB, atau menguat 0,19 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sehari sebelumnya sebesar Rp17.723 per dolar AS.
Penguatan rupiah tersebut menempatkan mata uang Indonesia sebagai salah satu mata uang Asia yang bergerak positif pada awal perdagangan. Pergerakan ini terjadi ketika tekanan terhadap dolar AS relatif mereda, tercermin dari indeks dolar yang turun tipis.
Berdasarkan data perdagangan yang dikutip dari Kontan pada Rabu (26/08/2026), indeks dolar yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia berada di level 98,90. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang mencapai 98,91.
Di kawasan Asia, penguatan mata uang berlangsung cukup luas. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan kenaikan terbesar terhadap dolar AS, yakni 0,38 persen.
Setelah ringgit, peso Filipina menguat 0,25 persen. Rupiah berada di posisi berikutnya dengan penguatan 0,19 persen, kemudian yen Jepang naik 0,16 persen.
Mata uang Asia lainnya juga bergerak positif. Won Korea Selatan menguat 0,09 persen, dolar Taiwan naik 0,08 persen, dolar Singapura meningkat 0,02 persen, sedangkan yuan China menguat 0,01 persen.
Baht Thailand turut mencatat penguatan, meski sangat tipis, sebesar 0,006 persen terhadap dolar AS. Sementara itu, dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah dalam daftar tersebut, dengan penurunan 0,03 persen.
Pergerakan rupiah pada awal perdagangan tersebut menunjukkan penguatan mata uang domestik terjadi bersamaan dengan kecenderungan positif mata uang regional. Kondisi itu sekaligus membuat posisi rupiah relatif kompetitif dibandingkan sejumlah mata uang Asia lainnya.
Penguatan rupiah juga berlangsung ketika indeks dolar mengalami penurunan tipis. Meski perubahan indeks tersebut terbatas, pergerakannya menjadi salah satu indikator yang menggambarkan kondisi dolar AS terhadap mata uang utama dunia.
Data tersebut menunjukkan pasar valuta asing Asia pada awal perdagangan Rabu cenderung bergerak positif. Namun, pergerakan rupiah sepanjang sesi perdagangan masih dapat berubah mengikuti perkembangan pasar global dan sentimen terhadap dolar AS. []
Redaksi01
