Rusun Klender Direvitalisasi, Hunian Bertambah Jadi Lebih dari 10.000 Unit

JAKARTA – Perum Perumnas mulai menyiapkan revitalisasi Rumah Susun (Rusun) Klender di Jakarta Timur menjadi kawasan hunian vertikal modern yang diproyeksikan memiliki lebih dari 10.000 unit. Proyek tersebut diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama PT Agung Podomoro Land Tbk sebagai langkah awal penyusunan rencana pengembangan kawasan.

Revitalisasi ditujukan untuk meningkatkan kualitas permukiman sekaligus memperluas ketersediaan hunian layak di kawasan perkotaan. Dalam rencana pengembangannya, kawasan Rusun Klender yang saat ini terdiri atas 78 blok akan ditata ulang menjadi 14 menara (tower) hunian dengan kapasitas lebih besar.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama (Dirut) Perum Perumnas, Imelda Alini Pohan, menegaskan proses revitalisasi akan mengutamakan keterlibatan masyarakat penghuni sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Perumnas berkomitmen melaksanakan seluruh proses revitalisasi secara partisipatif dengan mengedepankan komunikasi yang terbuka, transparan, dan konstruktif bersama masyarakat penghuni Rumah Susun Klender,” kata Imelda, sebagaimana dilansir Detik, Rabu (05/08/2026).

Menurut Imelda, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat yang menempati kawasan tersebut.

“Kami meyakini keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari terbangunnya hunian baru, tetapi juga dari sejauh mana revitalisasi ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Perumnas memastikan seluruh penghuni yang saat ini menempati Rusun Klender akan memperoleh unit pengganti sebagai bentuk perlindungan terhadap hak masyarakat selama proses revitalisasi berlangsung.

Pemilihan Rusun Klender sebagai lokasi pengembangan didasarkan pada posisinya yang strategis karena terhubung dengan jaringan transportasi massal dan berbagai fasilitas publik. Kondisi tersebut dinilai mendukung pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD).

Revitalisasi kawasan hunian lama juga menjadi bagian dari strategi Perumnas dalam mendukung Program 3 Juta Rumah, terutama untuk menjawab keterbatasan lahan di wilayah perkotaan melalui optimalisasi kawasan yang telah berkembang.

Sebelumnya, Perumnas telah melaksanakan revitalisasi Rumah Susun Sukaramai di Kota Medan. Pengalaman tersebut akan menjadi acuan dalam pengembangan Rusun Klender dengan tetap memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan keberlanjutan kawasan.

Sementara itu, President Director (Presdir) PT Agung Podomoro Land Tbk, Bacelius Ruru, mengatakan pihaknya bersama Perumnas akan melakukan kajian menyeluruh terhadap aspek teknis, hukum, finansial, hingga model bisnis sebelum proyek memasuki tahap pembangunan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *