Saham AI Melonjak, Wall Street Berakhir Positif

JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak positif pada penutupan perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026, setelah data inflasi Juli memperkuat keyakinan investor bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) tidak perlu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Sentimen tersebut sekaligus mendorong minat terhadap saham teknologi dan perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Indeks S&P 500 naik 0,26 persen menjadi 7.748,50, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,54 persen menjadi 26.588,49. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average (DJIA) terkoreksi tipis 0,04 persen ke level 53.770,27.

Pergerakan pasar tersebut menunjukkan investor merespons dua sentimen utama secara bersamaan, yakni prospek kebijakan moneter yang lebih stabil dan kinerja perusahaan teknologi berbasis AI yang melampaui perkiraan pasar. Informasi ini sebagaimana diberitakan Kontan, Kamis, (13/08/2026).

Data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan inflasi konsumen hanya mengalami kenaikan tipis pada Juli. Penurunan harga bensin untuk bulan kedua berturut-turut turut membantu meredam tekanan harga, sementara inflasi inti masih berada dalam kondisi yang relatif terkendali.

Situasi tersebut memperkuat harapan pasar bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan September. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga kini diperkirakan mencapai 62 persen.

Sebelum data inflasi Juli diumumkan, pelaku pasar masih terpecah antara kemungkinan kenaikan suku bunga dan keputusan untuk mempertahankan tingkat bunga. Perubahan ekspektasi tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang menopang penguatan indeks saham.

“Data inflasi sesuai ekspektasi dan tidak mendorong The Fed menaikkan suku bunga,” kata Robert Pavlik, senior portfolio manager Dakota Wealth.

Di tengah perubahan ekspektasi kebijakan moneter tersebut, saham-saham yang berkaitan dengan pengembangan infrastruktur AI menjadi salah satu penggerak utama Wall Street. CoreWeave melonjak 19 persen setelah perusahaan komputasi awan AI itu menaikkan proyeksi belanja modal tahunan dan membukukan kinerja kuartal II yang melampaui ekspektasi.

Kinerja positif juga terlihat pada sejumlah perusahaan pusat data. IREN naik hampir 10 persen, Applied Digital menguat 4,9 persen, sedangkan Nebius Group melesat 34 persen setelah melaporkan kinerja kuartal II di atas perkiraan pasar.

Penguatan sektor AI turut merambat ke perusahaan pembuat server dan cip. Super Micro Computer melonjak 19 persen setelah memberikan proyeksi pendapatan tahun fiskal 2027 yang berada di atas ekspektasi Wall Street. Nvidia naik 3 persen, sedangkan Micron Technology menguat 4,9 persen.

Indeks saham semikonduktor Philadelphia Stock Exchange (PHLX) juga mencatat kenaikan sekitar 2,5 persen. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa optimisme investor terhadap investasi AI tidak hanya menyasar perusahaan perangkat lunak, tetapi juga mencakup perusahaan penyedia pusat data, server, dan cip yang menopang pengembangan teknologi tersebut.

Sentimen positif pasar turut tercermin dari indeks volatilitas Cboe atau Cboe Volatility Index (VIX). Indeks tersebut turun 0,8 poin menjadi 14,45, sekaligus berada pada level terendah sejak Januari.

Dari 11 sektor dalam S&P 500, delapan sektor berakhir menguat. Sektor real estat menjadi pemimpin kenaikan dengan pertumbuhan 1,08 persen, diikuti sektor teknologi informasi yang naik 1,06 persen.

Secara luas, jumlah saham yang menguat juga lebih banyak dibandingkan saham yang melemah, dengan rasio sekitar 1,7 berbanding 1. Di S&P 500, sebanyak 19 saham mencatatkan level tertinggi baru, sedangkan dua saham berada pada level terendah baru.

Di Nasdaq, sebanyak 123 saham mencapai level tertinggi baru dan 95 saham mencatat level terendah baru. Namun, penguatan tersebut berlangsung dalam aktivitas perdagangan yang relatif terbatas.

Volume transaksi di bursa Amerika Serikat tercatat sekitar 15,5 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 sesi sebelumnya yang mencapai 17,5 miliar saham. Kondisi itu menunjukkan penguatan pasar belum sepenuhnya disertai peningkatan aktivitas transaksi.

Meski demikian, kinerja sepanjang tahun masih menunjukkan tren positif. S&P 500 telah menguat sekitar 13 persen sejak awal 2026. Reli tersebut ditopang oleh saham teknologi dan AI, sementara investor terus mencermati arah kebijakan The Fed serta perkembangan inflasi untuk menentukan strategi investasi berikutnya. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *