Suhadi SW Berdayakan Dan Beri Ruang Usaha Kecil Menengah Untuk Berkiprah

Calon Walikota Pontianak Suhadi SW ketika berkunjung ke usaha mikro

PONTIANAK-Menghadapi Bonus Demografi tahun 2020 / 2030 mendatang,  perlu disikapi oleh semua pihak, jika Negara salah dalam memformulasikan kebijakan maka dampak sosialnya akan dirasakan oleh Masyarakat, diantaranya masalah pengangguran besar besaran, meningkatnya kejahatan konvensional berdemensi baru, ‘Konflik Sosial, kesenjangan sosial yang bisa berdampak terhadap dis integrasi Bangsa.

Menghadapi hal demikian ini Drs.Suhadi Sw.M.Si memberikan beberapa alternatif, diantaranya pemberdayaan dan pemberian ruang  bagi Usaha Kecil Menengah (UKM),  karena usaha ini terhindar pengaruh badai resesi ekonomi yang menimpa Dunia.

Usaha Kecil Menengah disamping modalnya masih bisa dijangkau oleh Masyarakat,  juga memungkinkan pemerintah  untuk memberikan pinjaman lunak sebagai modal usaha, oleh karenanya UKM kata Drs. Suhadi Sw.M.Si perlu diberikan tempat dan ruang serta modal yang cukup, demi kelangsungan usahanya.

Sebelum mereka diberikan modal pinjaman lunak, mereka perlu diberikan pelatihan yang memadahi. balai latihan kerja yang dimiliki oleh pemerintah dimanfaatkan untuk memberikan pencerahan dan pelatihan yang cukup, agar dalam mengelola management keuangan dan managemen usaha bisa berlangsung sesuai yang diharapkan. pelatihan yang diberikan tentunya disamping teori sebagai landasan berpikirnya juga diberikan pelatihan sesuai dengan kebutuhannya.

Calon Walikota Pontianak Suhadi SW ketika bersama generasi muda agar berkiprah berdayakan ekonomi mikro

Usaha Kecil Menengah ini juga dapat menunjang wisata Kuliner di Pontianak, utamanya wisata  air disepanjang Sungai Kapuas. Pengambil kebijakan perlu segera mengambil langkah langkah konkrit. Bila memungkinkan kuliner dari berbagai masakan nusantara dan makanan kesukaan raja raja atau Kesultanan Kalimantan Barat tempo dulu.

Pemerintah melalui Peraturan Daerah menjadikan kawasan sepanjang Sungai Kapuas dijadikan pusat wisata Kuliner sekaligus wisata air. Kolaborasi antara wisata kuliner dengan wisata air akan memberi multi player effek atau dampak ikutan, diantaranya adanya lapangan kerja baru. berkurangnya pengangguran, meningkatnya Incomme masyarakat, perekonomian tumbuh dengan sangat pesat dan sebagainya.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh Masyarakat kata Drs. Suhadi Sw. M.Si dalam menyikapi adanya bonus demografi diantaranya memanfaatkan lahan pekarangan yang masih kosong disekitar rumahnya untuk ditanami tanaman yang menghasilkan.(Rachmat Effendi)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *