140 Pesawat Kembali Aktif, Garuda Indonesia Ditargetkan Untung Awal 2027

JAKARTA – Pemulihan operasional PT Garuda Indonesia Tbk mulai menunjukkan hasil setelah pemerintah mengaktifkan kembali pesawat-pesawat yang sebelumnya tidak beroperasi. Hingga Juni 2026, sebanyak 140 pesawat Garuda Indonesia telah kembali aktif, sehingga pemerintah optimistis maskapai nasional tersebut dapat kembali mencatatkan keuntungan pada awal 2027.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan perkembangan tersebut dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) 2026 di Jakarta, Jumat (14/08/2026).

Menurut Prabowo, pengaktifan kembali armada menjadi salah satu indikator penting dalam upaya membalikkan kondisi Garuda Indonesia yang sebelumnya menghadapi tekanan keuangan dan operasional.

“Garuda Indonesia yang hampir dipailitkan, yang pesawatnya adalah puluhan pesawat di-grounded, tidak bisa mereka perbaiki, kini kita berhasil reaktivasi pesawat-pesawat yang grounded,” kata Prabowo sebagaimana diberitakan Kompas, Jumat, (14/08/2026).

Prabowo menjelaskan, terdapat tambahan 20 pesawat yang berhasil direaktivasi selama Juni 2026. Dengan tambahan tersebut, jumlah armada yang kembali beroperasi mencapai 140 pesawat.

“Per bulan Juni 2026, total pesawat yang berhasil kita reaktivasi bertambah 20 pesawat, sehingga menjadi 140 pesawat,” ungkapnya.

Perkembangan operasional tersebut dinilai memberikan ruang bagi Garuda Indonesia untuk memperbaiki kinerja keuangan. Setelah mengalami kerugian selama beberapa tahun, pemerintah kini melihat peluang maskapai tersebut kembali menghasilkan laba.

“Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung,” lanjutnya.

Optimisme pemerintah bahkan sempat mengarah pada kemungkinan Garuda Indonesia mencatatkan keuntungan pada Juli 2026. Namun, kondisi tersebut disebut turut dipengaruhi perkembangan geopolitik dan gangguan akibat perang di Timur Tengah.

“Kalau kemarin tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini Indonesia sudah untung,” kata dia.

Meski peluang pemulihan lebih cepat terbuka, pemerintah memilih menetapkan target keuntungan pada awal 2027. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan kinerja Garuda Indonesia secara bertahap setelah sebelumnya menghadapi tekanan berat.

“Kita sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung,” tegasnya.

Dengan 140 pesawat yang telah kembali beroperasi, peningkatan kapasitas penerbangan diharapkan dapat memperkuat kinerja operasional Garuda Indonesia sekaligus menjadi fondasi bagi pemulihan keuangan maskapai. Pemerintah selanjutnya menargetkan proses pemulihan tersebut berlanjut hingga perusahaan mampu kembali mencatatkan keuntungan secara berkelanjutan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *