Ruam Mencolok Terlihat Saat Trump Hadiri Seremoni
WASHINGTON DC – Sorotan terhadap kondisi kesehatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengemuka setelah ia terlihat memiliki ruam merah mencolok di sisi kanan lehernya saat menghadiri acara resmi di Gedung Putih, Senin (02/03/2026) waktu setempat. Penampakan tersebut memicu beragam spekulasi, terlebih karena muncul di tengah agenda kenegaraan yang padat.
Foto yang diambil fotografer AFP memperlihatkan area kemerahan berukuran cukup besar dengan beberapa koreng kecokelatan yang tampak jelas di atas kerah kemeja Trump. Ruam itu terlihat menonjol di bagian kanan leher presiden berusia 79 tahun tersebut, sehingga mudah tertangkap kamera saat ia berada di hadapan publik.
Menanggapi spekulasi yang berkembang, dokter kepresidenan AS, Sean Barbabella, memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh penyakit serius, melainkan efek dari perawatan kulit yang bersifat pencegahan.
“Presiden Trump menggunakan krim yang sangat umum di sisi kanan lehernya, yang merupakan perawatan kulit preventif, yang diresepkan oleh Dokter Gedung Putih,” kata Barbabella dalam pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Selasa (03/03/2026).
Ia juga menambahkan bahwa efek kemerahan itu merupakan reaksi yang telah diperkirakan sebelumnya.
“Presiden menggunakan perawatan ini selama satu minggu, dan kemerahan tersebut diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu,” sebutnya.
Ruam tersebut terlihat ketika Trump menghadiri seremoni penganugerahan Medali Kehormatan di Gedung Putih. Acara itu digelar setelah akhir pekan yang sibuk, di mana pemerintahan Trump melancarkan serangan militer terhadap Iran. Intensitas kegiatan presiden dalam beberapa waktu terakhir turut menjadi perhatian publik, terutama terkait kondisi fisiknya.
Ini bukan pertama kalinya kondisi kesehatan Trump menjadi bahan pembicaraan. Sebelumnya, ia sempat terlihat dengan memar di tangan yang oleh pihak Gedung Putih dikaitkan dengan konsumsi aspirin. Dalam kesempatan lain, tangannya juga pernah terlihat dipasangi plester luka.
Selain itu, publik juga menyoroti pembengkakan pada kaki Trump yang sempat muncul dalam beberapa kesempatan. Gedung Putih pada musim panas lalu mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah didiagnosis sebagai insufisiensi vena kronis, yakni gangguan umum pada katup vena yang menyebabkan darah mengumpul di kaki. Kondisi ini dapat menimbulkan pembengkakan, kram, hingga perubahan pada kulit.
Di sejumlah acara publik, Trump juga pernah terlihat mengantuk, yang semakin memicu spekulasi terkait daya tahan fisiknya di usia yang tidak lagi muda. Namun, pihak Gedung Putih secara konsisten menyatakan bahwa presiden berada dalam kondisi sehat dan mampu menjalankan tugasnya.
Munculnya ruam merah terbaru ini kembali menempatkan isu kesehatan presiden sebagai perhatian publik dan media. Meski telah dijelaskan sebagai efek perawatan kulit preventif, sorotan terhadap kondisi fisik kepala negara AS tersebut tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat, terlebih di tengah situasi geopolitik global yang menuntut kepemimpinan aktif dari Washington. []
Siti Sholehah.
