Subuh Tragis di Linggang Purworejo, Korban Tabrak Lari Ditemukan Tewas

KUTAI BARAT – Seorang warga Kampung Linggang Purworejo, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, meninggal dunia diduga menjadi korban tabrak lari pada Minggu subuh. Peristiwa tragis itu terjadi tepat di depan Masjid Al-Huda saat korban hendak menunaikan salat Subuh berjamaah.

Berdasarkan keterangan salah satu anggota keluarga yang enggan disebutkan namanya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WITA, sesaat setelah waktu sahur. Korban baru selesai sahur dan berpamitan untuk pergi ke masjid.

“Ceritanya habis sahur sekitar jam tiga dia bilang mau ke masjid. Katanya mau salat di Masjid Al-Huda. Tidak tahu dia mau menyeberang atau dari pinggir jalan, terus kronologinya ketabrak itu tadi,” ujar keluarga korban, Minggu (15/03/2026).

Keluarga menduga benturan yang terjadi cukup keras hingga membuat korban terpental. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala yang diduga terbentur batu di sekitar lokasi kejadian.

“Kayaknya sih dia kepental, kena batu kepalanya… maaf, kepalanya bocor,” tambahnya.

Korban meninggal dunia di tempat kejadian. Jenazah kemudian dibawa pulang oleh keluarga dan dimakamkan pada hari yang sama.

Sementara itu, aparat kepolisian telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti. Polisi masih berupaya menelusuri identitas pelaku dan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi kepada awak media.

“Untuk pelakunya masih dicari, katanya semua CCTV masih dipantau,” ungkap keluarga.

Peristiwa ini mengejutkan warga setempat karena lokasi kejadian berada di kawasan permukiman yang sering dilalui warga menuju masjid untuk salat Subuh. Warga berharap pelaku yang bertanggung jawab segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan pengguna jalan, terutama di kawasan pemukiman, serta perlunya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas untuk mencegah korban serupa di masa mendatang. []

Penulis: Nia Ariska | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *