Lawan Rentenir, Pemko Pekanbaru Gulirkan Kredit UMKM
PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menyalurkan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tanpa bunga kepada pedagang Pasar Cik Puan sebagai langkah konkret memutus ketergantungan terhadap praktik rentenir yang selama ini membebani pelaku usaha kecil.
Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru, diawali dengan sosialisasi dan verifikasi langsung calon penerima di lapangan pada Selasa (17/03/2026). Skema pinjaman yang ditawarkan mencapai maksimal Rp15 juta tanpa agunan dengan proses yang disederhanakan.
Pelaksana harian (Plh) Asisten II Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, menyebutkan penyaluran dilakukan bertahap guna memastikan pengawasan dan evaluasi berjalan optimal.
“Sudah kita sosialisasikan bersama Direktur BPR Pekanbaru, sekaligus verifikasi pedagang. Untuk tahap awal ini ada 30 orang yang sudah diverifikasi,” ujar Zulhelmi Arifin, sebagaimana dilansir Cakaplah, Selasa, (17/03/2026).
Ia menjelaskan, pada tahap awal sebanyak 30 pedagang menjadi prioritas penerima bantuan kredit. Jumlah tersebut akan ditambah secara bertahap setelah dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program.
Untuk mendukung kemudahan akses, BPR Pekanbaru juga membuka posko layanan langsung di Pasar Cik Puan. Fasilitas ini memungkinkan pedagang melakukan pengajuan pinjaman dengan lebih cepat dan mudah tanpa prosedur yang rumit.
Tingginya minat pedagang terhadap program ini tidak lepas dari kondisi sebelumnya, di mana sebagian besar pedagang terjerat pinjaman berbunga tinggi dari rentenir. Pemko Pekanbaru mencatat sekitar 80 persen dari 500 pedagang di pasar tersebut mengalami persoalan serupa.
“Respon pedagang hampir semua mau meminjam, karena selama ini mereka terlilit utang. Bahkan rentenir di sana bukan hanya tujuh, tapi belasan. Ini yang ingin kita perangi,” tegasnya.
Program ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang menempatkan pemberantasan rentenir sebagai prioritas dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Melalui skema kredit tanpa bunga, Pemko Pekanbaru berharap pedagang dapat terbebas dari tekanan utang sekaligus meningkatkan kapasitas usahanya.
Ke depan, Pemko Pekanbaru akan terus memantau efektivitas program sebelum memperluas cakupan ke pasar lain di wilayah Pekanbaru. Langkah ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam memperkuat sektor UMKM dan menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih sehat. []
Penulis: Satria Yonela Putra | Penyunting: Redaksi01
