Jamu Bunga Telang ARDO Dari Pekarangan Rumah Tembus 5 Besar Paser

Produk herbal berbahan bunga telang dari pekarangan rumah, ARDO, berhasil menembus lima besar produk unggulan Paser berkat inovasi, kualitas bahan, dan strategi pemasaran efektif.

PASER
– Produk minuman herbal berbahan bunga telang hasil pengembangan dari pekarangan rumah berhasil mengantarkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) “ARDO” asal Tanah Grogot menembus lima besar dari 50 produk unggulan Kabupaten Paser, Kamis (19/03/2026). Keberhasilan ini menunjukkan bahwa produk lokal dengan pengolahan sederhana tetap mampu bersaing apabila dikemas dengan inovasi, kualitas bahan, dan strategi pemasaran yang tepat.

Produk “ARDO” yang dikembangkan oleh Dwi Aryanti mengusung konsep minuman herbal berbasis bunga telang yang diolah menjadi jamu dan sirup dengan tampilan warna alami biru keunguan yang khas.

“Dulu saya pakai bahan lain, tapi sekarang beralih ke bunga telang karena bisa ditanam sendiri, lebih hemat, dan hasilnya juga lebih disukai konsumen,” ujar Dwi saat ditemui di kediamannya di Tanah Grogot.

Bunga telang dipilih tidak hanya karena kemudahan budidayanya, tetapi juga memiliki kandungan antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh. Hal ini menjadi nilai tambah yang memperkuat posisi produk di pasar minuman herbal.

Sejumlah varian yang diproduksi antara lain jamu jahe rempah susu bunga telang serta sirup bunga telang jeruk kasturi. Kombinasi bahan alami ini menghadirkan cita rasa khas sekaligus menyegarkan.

Dalam hal pemasaran, ARDO sepenuhnya mengandalkan sistem penjualan daring dengan layanan pesan antar. Strategi ini dinilai efektif untuk menjaga kualitas produk, karena produksi dilakukan berdasarkan pesanan. Menariknya, produk ini tidak hanya beredar di wilayah lokal, tetapi juga telah menjangkau luar daerah, termasuk pengiriman ke wilayah Kapuas, menunjukkan permintaan yang terus berkembang terhadap produk berbasis bahan alami tersebut.

Selain dipasarkan ke masyarakat umum, produk ARDO juga digunakan sebagai minuman suguhan dalam berbagai kegiatan instansi, yang turut meningkatkan eksposur dan kepercayaan terhadap produk lokal. Keberhasilan ini menjadi gambaran bahwa pemanfaatan potensi tanaman pekarangan, jika dikelola secara inovatif, mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi dan berdaya saing tinggi di tingkat daerah maupun regional. []

Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *