Satgas Pangan Pantau Pasar Senaken, Harga dan Distribusi Bapokting Stabil
Sidak Satgas Pangan di Pasar Senaken memastikan distribusi dan harga bahan pokok penting stabil menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
PASER – Satuan Tugas (Satgas) Pangan bersama lintas instansi memperketat pengawasan distribusi dan harga bahan pokok penting (bapokting) melalui inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Senaken, Rabu (18/03/2026), menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan pangan stabil dan mencegah potensi gangguan distribusi di tingkat pasar.
Kegiatan sidak ini melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim), serta sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, hingga Perum Bulog. Pemantauan difokuskan pada rantai pasok, mulai dari pemasok hingga pedagang di pasar tradisional.
Perwakilan Satgas Pangan dari Bapanas, Leny, menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan tidak hanya terhadap ketersediaan dan harga, tetapi juga memastikan distribusi berjalan lancar tanpa hambatan di lapangan.
“Selain memantau harga, kami juga memastikan distribusi dari hulu ke hilir berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan, distribusi sejumlah komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, telur ayam, daging, dan kebutuhan pokok lainnya terpantau normal. Tidak ditemukan indikasi gangguan distribusi maupun keterlambatan pasokan yang signifikan di tingkat pasar.
Sementara itu, perwakilan Satgas Pangan dari Polda Kaltim, Sugiyanto, menegaskan bahwa pengawasan juga difokuskan untuk mencegah praktik-praktik yang dapat mengganggu stabilitas pasar, seperti penimbunan maupun distribusi yang tidak sesuai ketentuan.
“Hingga saat ini belum ditemukan adanya pelanggaran distribusi maupun indikasi penimbunan di wilayah Kabupaten Paser. Seluruh aktivitas distribusi berjalan normal,” katanya.
Pengawasan akan terus dilakukan secara berjenjang hingga tingkat kepolisian resor (Polres), terutama selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran. Selain itu, pemantauan lintas wilayah juga mencakup Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kota Samarinda, dan Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Evaluasi lanjutan dijadwalkan pada H+3 Lebaran untuk mengantisipasi potensi fluktuasi harga pascahari raya.
Sidak ini menjadi bagian dari upaya pemerintah bersama aparat terkait dalam menjaga stabilitas pangan, memastikan kelancaran distribusi, serta mengantisipasi potensi gangguan yang dapat mempengaruhi ketersediaan bahan pokok di masyarakat.[]
Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum
