Peristiwa Kebakaran Desa Alaskandang Probolinggo Merugi Ratusan Juta, Kades : Alhamdulillah Damkar Bergerak Cepat
Mohammad Muhibur Ridho, Kepala Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo ditemui di rumahnya, Sabtu (18/4/2026) terkait musibah kebakaran gudang rongsokan milik warganya. (Foto : Rachmat Effendi)
PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM-Gudang rongsokan yang berlokasi di Dusun Beddian, Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo dilalap si jago merah. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (18/4/2026) dini hari.
Akibat peristiwa naas tersebut pemilik gudang mengaku merugi sekitar Rp. 700 juta, hingga saat ini belum ada keterangan resmi penyebab kebakaran.
Diketahui, gudang rongsokan yang terbakar ini merupakan milik Bebun seorang pengepul bahan dari plastik yang sudah dipress atau sudah disortir. Diperkirakan sekian ton plastik sudah siap kirim.
Menanggapi pertistiwa itu, Kepala Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Mohammad Muhibur Ridho menghimbau warganya agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali.
“Menurut pemilik gudang rongsokan menyebutkan modalnya saja hampir Rp. 1 milliar lebih, namun yang tersisa akibat kebakaran seperempatnya saja, sementara yang terbakar separuhnya,”ungkap Mohammad Muhibur Ridho, ditemui di rumahnya, Sabtu (18/4/2026).
Dirinya meminta warga, sampah yang berserakan khususnya di lokasi gudang rongsokan segera dibersihkan, jangan membuang puntung rokok sembarangan, yang jelas kebersihan lingkungan menjadi kewajiban bersama untuk kita jaga sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi.
Lebih jauh Mohammad Muhibur Ridho menjelaskan kronologi sehingga terjadi peristiwa kebakaran, saat itu sekitar pukul 12.00 wib dini hari pemilik gudang rongsokan belum tidur, berencana mengirim besi ke Surabaya.
“Pemilik gudang kemudian keluar dan masuk kembali ke gudang sekitar pukul 01.00 wib belum ada api, jam 01.30 yang bersangkutan masuk lagi, tiba-tiba keluar gudang sudah ada api besar,”ungkap Mohammad Muhibur Ridho.
Saat itu Mohammad Muhibur Ridho mengaku mendapat telepon dari salah seorang warga, langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP).
Dirinya mengapresiasi warga yang bergotong royong membantu memadamkan api, bahkan warga secara gerak cepat memindahkan sebagian barang-barang agar api tidak merembet ke rumah warga sekitar.
“Alhamdulillah saya menelepon petugas pemadam kebakaran (Damkar) sangat cepat merespon datang langung ke lokasi kebakaran, kalau tidak ada Damkar tidak tahu lagi karena sebelah barat itu ada toko yang jual gas LPG, utaranya juga ada rumah padat penduduk,”pungkasnya.(rac)
