BUMD Untung, Samarinda Jadi Contoh Daerah Inovatif
BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan keberhasilan strategi pengendalian inflasi dan inovasi pembiayaan daerah setelah meraih dua penghargaan utama dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan yang digelar di Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan, Selasa (05/05/2026).
Dua penghargaan tersebut meliputi Terbaik Pertama kategori Entrepreneur Government/Creative Financing dan Terbaik Pertama Pengendalian Inflasi yang diterima langsung Wali Kota (Wali Kota) Samarinda Andi Harun. Capaian ini dinilai mencerminkan keberhasilan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan fiskal yang dihadapi banyak pemerintah daerah.
Keberhasilan tersebut menjadi sorotan karena Pemkot Samarinda mampu mengendalikan inflasi sekaligus mengembangkan sumber pembiayaan alternatif di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), berbeda dengan sejumlah daerah lain yang masih bergantung pada pola pembiayaan konvensional.
Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah pembenahan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dengan mengubah peran perusahaan daerah dari sekadar penyedia layanan menjadi entitas bisnis yang berorientasi keuntungan.
“BUMD juga kita dorong tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan, tetapi tetap harus sehat secara bisnis. Hasilnya, beberapa BUMD yang sebelumnya merugi kini sudah berkontribusi signifikan terhadap APBD,” kata Andi Harun, sebagaimana dilansir laman resmi Pemkot Samarinda, Selasa (05/05/2026).
Ia menyebutkan bahwa salah satu BUMD bahkan mampu mencatat keuntungan hingga Rp100 miliar per tahun. Selain itu, Pemkot Samarinda juga mengembangkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk mendukung pembiayaan proyek strategis, termasuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis.
Pemkot Samarinda juga menerapkan pengelolaan keuangan berbasis data guna menentukan prioritas program pembangunan. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran.
“Kami bekerja berbasis data agar penggunaan APBD benar-benar berdampak. Pengendalian inflasi dan creative financing kami jalankan secara paralel,” ujarnya.
Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan memberikan penghargaan kepada 24 pemerintah daerah terbaik dengan indikator penilaian meliputi pengendalian inflasi, penurunan kemiskinan dan stunting, pengurangan pengangguran, serta inovasi pembiayaan daerah.
Pemerintah pusat juga menyiapkan insentif fiskal sebesar Rp320 miliar bagi daerah berprestasi. Pemkot Samarinda menyatakan alokasi insentif tersebut akan difokuskan pada sektor pelayanan dasar, khususnya rehabilitasi sekolah dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Capaian ini sekaligus menandai pergeseran indikator keberhasilan pembangunan daerah, dari ketergantungan pada besaran APBD menuju kemampuan inovasi pembiayaan dan stabilitas ekonomi lokal yang berkelanjutan. []
Penulis: Suriadi Said | Penyunting: Redaksi01
