Lonjakan Harga Cabai Dominasi Pasar Pangan Nasional per 24 Mei

JAKARTA – Lonjakan harga cabai memimpin kenaikan sejumlah komoditas pangan nasional di pasar tradisional per 24 Mei 2026, dengan cabai rawit merah mencatat kenaikan tertinggi hingga hampir 8 persen. Pergerakan ini menunjukkan tekanan harga masih terjadi pada kelompok bahan pangan utama, terutama komoditas hortikultura.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI), harga cabai rawit merah naik 7,93 persen atau Rp5.400 menjadi Rp73.500 per kilogram. Sementara cabai rawit hijau meningkat 7,44 persen atau Rp3.750 menjadi Rp54.150 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting yang melonjak 6,09 persen atau Rp3.150 ke level Rp54.900 per kilogram. Adapun cabai merah besar naik 5,02 persen atau Rp2.750 menjadi Rp57.550 per kilogram. Data tersebut menunjukkan kelompok cabai menjadi komoditas dengan lonjakan paling tajam di pasar tradisional.

Selain cabai, bawang merah ukuran sedang turut naik 2 persen atau Rp950 menjadi Rp48.350 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih ukuran sedang terkoreksi 0,39 persen atau Rp150 menjadi Rp38.650 per kilogram.

Pada kelompok beras, harga bergerak variatif. Beras kualitas bawah I naik tipis 0,34 persen atau Rp50 menjadi Rp14.600 per kilogram. Namun, beras kualitas bawah II turun 0,69 persen atau Rp100 menjadi Rp14.450 per kilogram.

Untuk beras kualitas medium, harga cenderung stabil. Beras medium I tetap di Rp16.150 per kilogram, sedangkan medium II bertahan di Rp16.000 per kilogram. Sementara beras super I naik 0,29 persen atau Rp50 menjadi Rp17.450 per kilogram, dan beras super II tidak berubah di angka Rp16.950 per kilogram.

Komoditas lain juga mencatat fluktuasi. Gula pasir premium turun 0,25 persen atau Rp50 menjadi Rp20.200 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal melemah ke Rp19.150 per kilogram.

Di kelompok minyak goreng, minyak goreng curah naik 0,24 persen atau Rp50 menjadi Rp20.600 per kilogram. Sementara minyak goreng kemasan bermerek 1 turun 0,21 persen atau Rp50 ke posisi Rp23.900 per kilogram, dan minyak goreng kemasan bermerek 2 tetap di Rp23.100 per kilogram.

Harga telur ayam ras segar juga turun 1,45 persen atau Rp450 menjadi Rp30.500 per kilogram. Namun, daging sapi kualitas 1 dan 2 sama-sama naik, masing-masing menjadi Rp148.300 per kilogram dan Rp139.450 per kilogram.

Perubahan harga komoditas pangan itu mencerminkan tekanan yang belum merata di pasar tradisional, terutama pada kelompok cabai yang menjadi penyumbang kenaikan terbesar, sebagaimana dilansir Bloomberg Technoz, Minggu, (24/05/2026). Kondisi ini dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga serta biaya operasional pedagang apabila tren kenaikan berlanjut. []

Penulis: Rizky Mahendra | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *