BTN Buka Lowongan Cybersecurity, Cek 2 Posisi dan Syaratnya

JAKARTA – Bank Tabungan Negara (BTN) memperkuat lini pertahanan digitalnya dengan membuka rekrutmen untuk dua posisi khusus keamanan siber. Kesempatan ini ditujukan bagi profesional berpengalaman yang mampu menjaga infrastruktur teknologi informasi dan sistem perbankan dari berbagai ancaman digital.

Dua posisi yang ditawarkan BTN dalam rekrutmen 2026 tersebut ialah Cloud Security dan Threat Vulnerability Management. Pendaftaran dibuka hingga 31 Agustus 2026 melalui laman resmi rekrutmen BTN.

Rekrutmen ini menyasar tenaga profesional dengan pengalaman sedikitnya lima tahun di bidang teknologi informasi (IT). Untuk masing-masing posisi, BTN mensyaratkan pengalaman khusus sedikitnya tiga tahun sesuai bidang pekerjaan yang dilamar.

Informasi lowongan tersebut dikutip dari unggahan akun Instagram @homeofbtners, sebagaimana diberitakan Medcom, Jumat, (21/08/2026).

Posisi Cloud Security berfokus pada perlindungan infrastruktur komputasi awan yang digunakan dalam sistem teknologi BTN. Kandidat nantinya bertanggung jawab menganalisis kebutuhan keamanan, menyusun mitigasi risiko, serta menerapkan standar konfigurasi keamanan berdasarkan ketentuan industri dan regulasi.

Tugas lainnya mencakup penerapan Cloud Security Controls, antara lain Cloud Security Posture Management (CSPM), Endpoint Detection & Response (EDR), Security Information & Event Management (SIEM), enkripsi data, firewall berbasis cloud, dan Virtual Private Network (VPN).

Kandidat juga akan menangani keamanan pada lingkungan containerized seperti Kubernetes dan Docker serta teknologi serverless computing. Pengembangan sistem pemantauan secara waktu nyata untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan juga menjadi bagian dari tanggung jawab posisi tersebut.

Dari sisi pendidikan, BTN mensyaratkan minimal lulusan Strata 1 (S1) dari bidang yang berkaitan dengan teknologi informasi, seperti Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Teknik Komputer, Manajemen Informatika, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Fakultas Teknik, Statistika, atau bidang relevan lainnya.

Pelamar harus memiliki pengalaman kerja di bidang IT minimal lima tahun, termasuk sedikitnya tiga tahun sebagai Security Engineer atau Cloud Security Engineer. Sertifikasi keamanan cloud menjadi nilai tambah.

BTN juga mengutamakan kandidat yang mampu merancang dan menerapkan solusi cloud berdasarkan standar Center for Internet Security (CIS), baik pada private cloud maupun public cloud. Kemampuan mengelola keamanan infrastruktur cloud, menerapkan kebijakan Identity and Access Management (IAM), serta mengintegrasikan alur kerja keamanan dengan Continuous Integration/Continuous Delivery (CI/CD) juga dibutuhkan.

Kemampuan melakukan investigasi dan pemulihan insiden keamanan pada sistem cloud menjadi persyaratan lainnya. Kandidat yang menguasai bahasa pemrograman seperti Python, PowerShell, atau Bash juga lebih diutamakan.

Sementara itu, posisi Threat Vulnerability Management diarahkan untuk memperkuat kemampuan BTN dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menangani ancaman serta kerentanan pada sistem informasi.

Pemegang posisi ini akan menyusun strategi penanganan Threat & Vulnerability, termasuk melakukan Threat & Vulnerability Hunting serta menyiapkan langkah remediasi agar target pengamanan sistem dapat tercapai.

Tanggung jawab lainnya mencakup pemeriksaan hasil pekerjaan pihak ketiga penyedia solusi Threat & Vulnerability serta penyusunan Berita Acara Serah Terima (BAST). Kandidat juga akan menjalankan program pengamanan berdasarkan rekomendasi RSTI dan konsultan IT.

Untuk posisi tersebut, BTN mensyaratkan pendidikan minimal S1 di bidang teknologi informasi, Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Teknik Komputer, Manajemen Informatika, MIPA, Fakultas Teknik, Statistika, atau bidang terkait.

Pelamar diwajibkan memiliki pengalaman kerja di bidang IT minimal lima tahun, dengan sedikitnya tiga tahun terakhir sebagai Security Analyst. Pengalaman menangani strategi, pelaksanaan Threat & Vulnerability Hunting, remediasi, pemeriksaan pekerjaan pihak ketiga, dan pelaporan keamanan informasi menjadi bagian dari kualifikasi.

BTN juga mengutamakan kandidat yang memiliki sertifikasi keamanan sistem operasi Windows dan Linux, seperti Microsoft Certified Systems Administrator (MCSA), Microsoft Certified Solutions Expert (MCSE), Red Hat Certified Architect (RHCA), atau Red Hat Certified Engineer (RHCE).

Sertifikasi keamanan lain yang menjadi nilai tambah meliputi Certified Ethical Hacker (CEH), Certified Information Security Manager (CISM), Certified Information Systems Auditor (CISA), CompTIA Security+, GIAC Security Essentials (GSEC), EC-Council Certified Security Analyst (ECSA), dan Certified Cloud Security Professional (CCSP).

Profesional yang memenuhi persyaratan dapat mengajukan lamaran melalui laman rekrutmen BTN. Seluruh dokumen dan persyaratan perlu disiapkan serta diunggah sebelum batas akhir pendaftaran pada 31 Agustus 2026.

Pembukaan dua posisi tersebut menunjukkan kebutuhan perbankan terhadap tenaga khusus yang mampu menghadapi risiko keamanan digital, terutama seiring semakin besarnya pemanfaatan teknologi dalam layanan perbankan. Bagi profesional yang memiliki pengalaman di bidang keamanan siber, rekrutmen BTN ini menjadi salah satu peluang untuk berkarier sekaligus berkontribusi dalam penguatan perlindungan sistem informasi perbankan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *