GPM Digelar, Harga Kebutuhan Pokok di Biak Numfor Lebih Terjangkau
BIAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Kegiatan yang berlangsung pada 14-15 Agustus 2026 itu menyediakan 19 jenis komoditas pangan di halaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor, kawasan Mandala Biak.
Program tersebut merupakan bagian dari Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang menyasar masyarakat dengan menawarkan sejumlah kebutuhan sehari-hari melalui mekanisme penjualan dengan harga lebih terjangkau. Sebanyak 150 kupon disiapkan pada hari pertama dan jumlah yang sama kembali disediakan untuk pelaksanaan hari kedua.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor, Bambang Hayanto, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat menghadapi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih ringan. Hal itu disampaikannya sebagaimana diberitakan RRI, Jumat, (14/08/2026).
“Tujuannya jelas, stabilisasi harga pangan. Dengan demikian, masyarakat bisa membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan dan terjangkau. Kita berharap kegiatan ini benar-benar membantu masyarakat di Biak Numfor,” ujar Bambang.
Selain menjaga keterjangkauan harga, Pemkab Biak Numfor berencana memperluas pelaksanaan GPM ke sejumlah distrik lainnya. Langkah tersebut dilakukan agar akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau tidak hanya terpusat di satu lokasi.
“Ke depannya, bidang distribusi akan merancang program serupa di beberapa titik strategis lain. Kami ingin kegiatan seperti ini berkelanjutan dan merata,” tambahnya.
Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan Pangan dan Distribusi Suparini menjelaskan, pelaksanaan GPM berlangsung selama dua hari. Pada masing-masing hari, panitia menyediakan sekitar 150 kupon untuk warga yang ingin membeli bahan pangan.
Sebanyak 19 jenis kebutuhan pokok disediakan dalam kegiatan tersebut. Komoditas yang ditawarkan antara lain minyak goreng, gula, kopi, tepung, sayuran, cabai, ayam, telur, dan beras.
Sejumlah harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasar. Sayuran, misalnya, dijual Rp5.000 per ikat, cabai rawit Rp45.000 per kilogram, cabai keriting Rp30.000 per kilogram, ayam potong Rp35.000 per kilogram, dan telur Rp60.000 per rak.
Sementara itu, gula kemasan dipasarkan Rp17.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kemasan, beras premium Rp70.000 per 5 kilogram, serta beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dibanderol Rp55.000 per 5 kilogram.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Salah satu warga, Yanti, mengaku telah mengantre sejak pukul 08.30 Waktu Indonesia Timur (WIT) untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
“Terima kasih banyak untuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang telah membuka program seperti ini. Sangat membantu kami masyarakat biasa untuk mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan lagi di waktu yang akan datang secara berkelanjutan,” ungkap Yanti.
Pelaksanaan GPM diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui selisih harga, tetapi juga membantu menjaga daya beli serta mengendalikan gejolak harga kebutuhan pokok. Pemkab Biak Numfor juga diharapkan dapat memperluas titik pelaksanaan sehingga masyarakat di distrik lain memperoleh akses yang sama terhadap pangan dengan harga terjangkau.
Keberlanjutan program menjadi penting karena stabilitas pangan berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus upaya daerah menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi. []
Redaksi01
