Kopdes Dibangun di Gunung, Zulhas Siapkan Penertiban
JAKARTA – Kemudahan akses masyarakat menjadi perhatian pemerintah dalam mengevaluasi pelaksanaan program 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan koperasi yang dibangun di lokasi sulit dijangkau, termasuk kawasan pegunungan, akan ditertibkan setelah pemerintah memastikan kondisi dan alasan pemilihan lokasinya.
Evaluasi tersebut dilakukan menyusul munculnya informasi mengenai Kopdes Merah Putih yang dibangun di wilayah pegunungan dan menjadi perhatian publik. Pemerintah menilai lokasi koperasi harus mempertimbangkan akses masyarakat sebagai calon pengguna sekaligus kelancaran distribusi barang.
“Ada juga Koperasi Desa katanya di gunung, kalau memang di gunung, gak bisa dilalui, kita akan tertibkan,” kata Zulhas dalam acara Penandatanganan Perjanjian Penyaluran Dana Proyek Results-Based Payment (RBP) Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) Green Climate Fund (GCF) Output 2 untuk 10 provinsi di Jakarta, Rabu (12/08/2026), sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu (12/08/2026).
Zulhas mengatakan lokasi yang sulit dijangkau berpotensi membuat fungsi koperasi tidak berjalan optimal. Selain menyulitkan warga yang hendak memanfaatkan layanan koperasi, akses yang terbatas juga dapat menjadi kendala dalam mengirimkan barang ke lokasi tersebut.
“Wah ada yang di gunung, ya kita tertibkan. Kalau di gunung orang tidak bisa naik, mobil tidak bisa naik. Masa ada? Nah itu kita tertibkan, tapi saya lagi cek di mana,” ucapnya.
Pemerintah saat ini masih menelusuri lokasi koperasi yang dimaksud serta alasan pembangunan di kawasan tersebut. Pemeriksaan itu diperlukan sebelum keputusan penertiban dilakukan, sehingga langkah pemerintah dapat didasarkan pada kondisi faktual di lapangan.
“Tapi saya lagi cek di mana, apa sebab dan kenapa. Kita akan tertibkan. Itu contoh-contoh (program) yang belum berhasil,” ujarnya.
Persoalan lokasi tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program 80.000 Kopdes Merah Putih. Zulhas mengakui pelaksanaan program berskala besar itu masih menghadapi sejumlah persoalan karena pembangunan puluhan ribu koperasi di berbagai daerah tidak mudah dilakukan secara serentak.
Menurut dia, pemerintah tidak hanya akan mempertahankan pelaksanaan program yang berjalan baik, tetapi juga memperbaiki bagian yang belum memenuhi target. Evaluasi terhadap koperasi yang sulit diakses menjadi salah satu bentuk perbaikan agar pembangunan koperasi memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
“Ada yang berhasil (program), ada yang tidak. Yang tidak berhasil kita minta maaf, kita bekerja keras, ya, kita perbaiki,” tegasnya.
Penertiban terhadap lokasi Kopdes Merah Putih yang dinilai tidak layak nantinya diharapkan tidak sekadar menyelesaikan persoalan pembangunan fisik, tetapi memastikan koperasi berada di tempat yang mudah dijangkau masyarakat dan mendukung kegiatan ekonomi desa maupun kelurahan. Pemerintah masih melakukan pengecekan sebelum menentukan langkah terhadap lokasi yang menjadi sorotan. []
Redaksi01
