Rupiah Naik ke Rp17.848 per Dolar AS, Asia Tertekan
JAKARTA – Rupiah menunjukkan ketahanan di tengah tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia pada awal perdagangan Rabu (12/08/2026). Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka pada level Rp17.848 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,07 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp17.861 per dolar AS.
Penguatan tersebut membuat rupiah menjadi salah satu mata uang Asia yang bergerak positif pada awal perdagangan. Hingga pukul 09.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), sebagian besar mata uang kawasan justru berada di zona merah.
Won Korea Selatan mencatat pelemahan paling dalam dengan turun 0,28 persen terhadap dolar AS. Tekanan berikutnya terjadi pada peso Filipina yang melemah 0,15 persen dan baht Thailand yang terkoreksi 0,11 persen.
Dolar Singapura juga turun 0,06 persen, sedangkan yen Jepang tergelincir 0,03 persen. Yuan China terdepresiasi 0,006 persen dan dolar Hong Kong melemah tipis 0,003 persen.
Di sisi lain, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia setelah naik 0,24 persen. Ringgit Malaysia turut menguat, meski tipis, sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS.
Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah mampu mempertahankan posisi positif ketika tekanan masih membayangi sebagian besar mata uang regional. Perubahan nilai tukar selanjutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat apakah penguatan rupiah dapat bertahan sepanjang sesi perdagangan.
Data nilai tukar tersebut sebagaimana dilansir Kontan, Rabu, (12/08/2026), sekaligus memberikan gambaran awal mengenai posisi rupiah di tengah dinamika pasar valuta asing Asia pada perdagangan hari itu.
Pergerakan rupiah dan mata uang regional masih akan dipantau seiring berlangsungnya aktivitas perdagangan. Perubahan sentimen pasar dapat memengaruhi arah nilai tukar hingga akhir perdagangan. []
Redaksi01
