Tiongkok Pangkas Harga BBM, Ikuti Tren Minyak Dunia
BEIJING – Pemerintah Tiongkok menurunkan harga eceran bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan solar mulai Rabu waktu setempat sebagai respons atas tren fluktuasi harga minyak mentah global yang masih bergejolak.
Kebijakan tersebut diumumkan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok (NDRC), yang menetapkan penurunan harga bensin sebesar 555 yuan atau sekitar USD80,91 per ton, serta solar sebesar 530 yuan per ton. Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara harga domestik dan dinamika pasar internasional.
Penyesuaian harga dilakukan setelah otoritas mencermati pergerakan harga minyak global sejak awal April 2026 yang mengalami volatilitas tinggi. Meski sempat terjadi pemulihan harga pada 20 April, rata-rata harga dalam 10 hari kerja terakhir masih berada di bawah siklus penetapan sebelumnya, sehingga memicu kebijakan penurunan harga.
Untuk memastikan stabilitas pasokan, pemerintah Tiongkok menginstruksikan perusahaan energi nasional seperti China National Petroleum Corporation (CNPC), China Petrochemical Corporation (Sinopec), dan China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) agar mengoptimalkan produksi serta distribusi melalui penguatan manajemen rantai pasok.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memperketat pengawasan pasar guna mencegah pelanggaran dalam implementasi kebijakan harga, termasuk praktik yang berpotensi mengganggu stabilitas distribusi BBM di tingkat konsumen.
Kebijakan ini merupakan bagian dari mekanisme penyesuaian harga energi di Tiongkok yang secara berkala mengikuti pergerakan harga minyak mentah internasional, sebagaimana dilansir Xinhua, Jumat (24/04/2026).
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap kestabilan harga energi domestik tetap terjaga sekaligus meminimalkan dampak volatilitas global terhadap perekonomian nasional. []
Penulis: Ade Hapsari LestariniĀ | Penyunting: Redaksi01
