UMKM Makassar Kembali Bergerak Berkat Program Makan Bergizi Gratis
JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memberi dampak positif terhadap kebangkitan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), khususnya sektor usaha kue rumahan yang sempat terdampak pandemi COVID-19. Salah satu pelaku usaha mengaku kembali memperoleh peluang usaha setelah terlibat sebagai penyedia makanan untuk dapur MBG.
Pelaku UMKM kue kering asal Makassar, Rismawati, mengatakan program MBG membuka kembali kesempatan usaha yang sebelumnya mengalami penurunan pesanan sejak pandemi. Pada Ramadan 2026, ia ikut memproduksi makanan ringan untuk mendukung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Rismawati mengaku memproduksi berbagai jenis makanan seperti bolu pisang, puding susu, hingga kudapan tradisional berbahan alami untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat program MBG. Menurutnya, kualitas dan keamanan makanan menjadi prioritas utama dalam setiap proses produksi.
“Ini untuk anak-anak sekolah, jadi saya pikir harus yang terbaik,” ujar Rismawati, sebagaimana diberitakan Antara, Senin, (18/05/2026).
Ia menjelaskan, keterlibatannya dalam program MBG bermula dari keinginan mencoba bergabung sebagai relawan sekaligus penyedia makanan ringan. Langkah tersebut kemudian berkembang menjadi peluang usaha yang membantu memulihkan kondisi ekonominya.
“Awalnya saya hanya mencoba, bergabung sebagai relawan sekaligus penyedia makanan ringan. Tak disangka, langkah kecil itu menjadi titik balik besar dalam hidup saya,” katanya.
Dalam proses produksi, Rismawati memilih tidak menggunakan soda sebagai bahan pengembang adonan. Sebagai gantinya, ia menggunakan susu agar hasil makanan lebih lembut dan aman dikonsumsi anak-anak maupun ibu hamil yang menjadi bagian penerima manfaat MBG.
Ia juga mengaku aktif berdiskusi dengan ahli gizi untuk memastikan setiap menu yang diproduksi memenuhi standar kesehatan dan kebutuhan gizi. Respons positif dari anak-anak penerima manfaat menjadi motivasi tersendiri bagi dirinya untuk terus menjaga kualitas produk.
“Saya berharap program ini terus berlanjut dan semakin berkembang, terutama dalam mendukung UMKM kecil,” tuturnya.
Program MBG dinilai tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil melalui peningkatan permintaan produk pangan lokal. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan UMKM sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat di daerah. []
Penulis: Lintang Budiyanti Prameswari | Penyunting: Redaksi01
