Dorong UMKM Perempuan, TP PKK Sulut Bangun Ekonomi Inklusif
MANADO – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendorong percepatan kemandirian ekonomi keluarga melalui penguatan peran perempuan di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan fokus pada pelatihan, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi digital.
Ketua TP PKK Sulut Anik Yulius Selvanus menyatakan perempuan memiliki posisi strategis dalam menopang ekonomi rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha baru di lingkungan sekitar. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan yang terstruktur.
“Perempuan perlu berani masuk ke sektor ekonomi. Melalui UMKM, mereka bisa menambah penghasilan keluarga sekaligus menciptakan peluang usaha di lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Ia menegaskan, penguatan kapasitas perempuan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga membangun kepercayaan diri serta kemandirian dalam menjalankan usaha.
Dalam implementasinya, TP PKK Sulut menghadirkan beragam program, mulai dari peningkatan keterampilan kewirausahaan hingga penguatan manajemen usaha. Selain itu, perempuan juga didorong untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi digital guna memperluas jangkauan pemasaran produk.
Pengembangan jaringan distribusi dan promosi produk lokal turut menjadi perhatian agar pelaku UMKM perempuan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Strategi ini diharapkan menciptakan pelaku usaha yang adaptif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan pasar.
“Mereka kini tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga sebagai aktor utama dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga,” tambahnya sebagaimana dilansir Liputan6, Kamis (30/04/2026).
Melalui pendekatan tersebut, TP PKK Sulut menargetkan lahirnya wirausaha perempuan baru yang produktif dan inovatif, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi keluarga serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di daerah. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
