Bulog Kejar Sertifikasi Lahan, Gudang Beras Malut Dibangun Akhir 2026

TERNATE – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Ternate mempercepat penyiapan lahan untuk pembangunan gudang penyimpanan beras di tujuh kabupaten di Maluku Utara (Malut), dengan konstruksi ditargetkan mulai September atau Oktober 2026 dan seluruh fasilitas diharapkan beroperasi pada 2027.

Percepatan tersebut kini berfokus pada penyelesaian administrasi lahan. Dari tujuh kabupaten yang masuk dalam rencana pembangunan, lima daerah telah menyiapkan lahan, sedangkan dua daerah lainnya masih menyelesaikan tahapan penyiapan lahan.

Kepala Perum Bulog Cabang Ternate Jefry Tanasy mengatakan pembangunan gudang menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperluas dukungan infrastruktur penyimpanan beras di daerah. Pemerintah kabupaten yang menjadi lokasi pembangunan disebut memberikan dukungan terhadap rencana tersebut.

“Kalau terkendala lahan, sebenarnya seluruh kabupaten kota yang sudah diputuskan untuk dapat pembangunan gudang, pemerintah daerahnya menyambut dengan sangat senang, gembira. Karena ini juga menyangkut ketahanan pangan di daerah mereka sendiri,” kata Jefry kepada Istana FM, Kamis, 13 Agustus 2026.

Lima daerah yang telah menyiapkan lahan tersebut adalah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Kabupaten Pulau Morotai (Morotai), Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), dan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).

Menurut Jefry, lahan di lima daerah tersebut saat ini masih menjalani proses administrasi sertifikasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Penyelesaian sertifikasi menjadi salah satu tahapan yang dikejar sebelum pembangunan fisik dimulai.

“Yang lima sudah siap lahan. Sekarang proses administrasi sertifikat di BPN. Ada Kabupaten Sula, Kabupaten Morotai, Halsel, Haltim, dan Halteng,” ujarnya.

Sementara itu, dua daerah lainnya, yakni Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) dan Kabupaten Pulau Taliabu (Taliabu), masih berada dalam tahap penyiapan lahan. Bulog memastikan kondisi tersebut bukan menunjukkan ketiadaan dukungan pemerintah daerah, melainkan proses administratif yang masih berjalan.

“Halmahera Barat dan Kabupaten Taliabu itu lagi proses penyiapan lahan. Jadi bukan tidak siap, tapi mereka dalam proses penyiapan lahan,” katanya.

Jefry menargetkan proses persiapan tersebut dapat dipercepat sehingga pembangunan fisik tidak melewati akhir 2026. Bulog memperkirakan pekerjaan konstruksi mulai berlangsung pada September atau Oktober.

“Untuk rencana pembangunan memang targetnya di tahun ini, akhir tahun ini sudah harus dibangun. Ini mungkin bergeser antara September, Oktober, kita sudah pembangunan,” kata Jefry sebagaimana diberitakan Istana FM, Kamis, (13/08/2026).

Keberadaan gudang baru tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan di wilayah Malut. Agar target operasional 2027 tercapai, proses sertifikasi dan penyiapan lahan menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan lebih dahulu.

“Targetnya 2027 itu sudah operasional. Makanya ini juga dikejar pemerintah, bagaimana wilayah-wilayah, daerah-daerah kabupaten yang sudah sepakat lahannya dihibah untuk percepatan proses sertifikasinya,” ujarnya.

Bulog menyatakan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi pertanahan terus dilakukan untuk mempercepat tahapan administrasi. Upaya tersebut dinilai penting agar pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal dan fasilitas penyimpanan segera dimanfaatkan setelah selesai.

“Koordinasi dengan pemerintah daerah setempat yang terkait dengan titik gudang, koordinasi juga dengan badan pertanahan untuk sama-sama proses administrasi ini kita percepat. Karena sejauh ini berjalan lancar,” katanya. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *