IHSG Anjlok 1,18 Persen ke 6.298 pada Sesi I

JAKARTA – Tekanan jual membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,18 persen pada perdagangan sesi I Kamis, 13 Agustus 2026. Setelah sempat bergerak menguat pada awal perdagangan, IHSG berbalik melemah 75,51 poin dan ditutup di level 6.298,34.

Data perdagangan menunjukkan aktivitas transaksi di pasar saham tetap tinggi meski indeks berada di zona merah. Nilai transaksi hingga akhir sesi I mencapai Rp7,81 triliun dengan volume perdagangan 17,51 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,19 juta kali.

Pergerakan IHSG tersebut menunjukkan tekanan terhadap pasar saham domestik pada paruh pertama perdagangan. Pelemahan indeks juga terjadi ketika sejumlah saham masih mampu mencatat kenaikan signifikan dan menjadi penggerak perdagangan di masing-masing kelompok.

Di jajaran saham dengan kenaikan terbesar, Ekadharma International dengan kode EKAD menguat 60 poin atau 25 persen menjadi Rp300. Yanaprima Hastapersada (YPAS) naik 190 poin atau 24,68 persen ke Rp960, sedangkan Asia Sejahtera Mina (AGAR) bertambah 245 poin atau 23,79 persen menjadi Rp1.275.

Paramita Bangun Sarana (PBSA) juga menguat 160 poin atau 21,62 persen ke Rp900. Sementara itu, Jobubu Jarum Minahasa (BEER) naik 14 poin atau 18,92 persen menjadi Rp88.

Sebaliknya, tekanan jual paling besar terjadi pada sejumlah saham yang masuk kelompok top losers. Duta Anggada Realty (DART) turun 32 poin atau 14,95 persen menjadi Rp182. Calculus Global Ventures (STAR) melemah 44 poin atau 10,48 persen ke Rp376.

Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) turun 7 poin atau 9,46 persen menjadi Rp67. Bersama Mencapai Puncak (BAIK) terkoreksi 42 poin atau 8,82 persen ke Rp434, sedangkan Tempo Inti Media (TMPO) turun 16 poin atau 8,08 persen menjadi Rp182.

Dari sisi nilai transaksi, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menjadi saham dengan nilai perdagangan terbesar, yakni Rp1,02 triliun. Posisi berikutnya ditempati Chandra Asri Pacific (TPIA) sebesar Rp464,89 miliar, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Rp353,45 miliar, Energi Mega Persada (ENRG) Rp290,64 miliar, dan Petrosea (PTRO) Rp284,85 miliar.

Sementara dari sisi volume, Bumi Resources (BUMI) mencatat perdagangan sebanyak 13,90 juta lembar saham. CUAN menyusul dengan 12,15 juta lembar, kemudian DMS Propertindo (KOTA) sebanyak 9,35 juta lembar, Bakrie & Brothers (BNBR) 5,98 juta lembar, serta Graha Andrasentra Propertindo (JGLE) 4,64 juta lembar.

Pergerakan bursa regional Asia pada paruh pertama perdagangan berlangsung beragam. Nikkei 225 Jepang menguat 1,81 persen ke level 68.759, sedangkan Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,07 persen menjadi 25.422.

Di China, Indeks SSE Composite naik 0,42 persen ke level 3.963,15. Adapun Indeks Straits Times Singapura melemah 0,45 persen menjadi 5.694,75. Data pergerakan pasar tersebut dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance, sebagaimana diberitakan Kumparan, Kamis, (13/08/2026).

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pelemahan IHSG terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang cenderung beragam. Investor selanjutnya akan mencermati perkembangan perdagangan pada sesi II untuk melihat apakah tekanan jual berlanjut atau indeks mampu mengurangi sebagian pelemahannya. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *